Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 26 Feb 2025 05:26 WIB ·

Mendes Yandri: Jadikan Desa Sentra Ekonomi Baru Indonesia


					Mendes Yandri: Jadikan Desa Sentra Ekonomi Baru Indonesia Perbesar

Magelang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa bukan lagi sekadar wilayah administratif di pinggiran, melainkan kunci utama pemerataan ekonomi nasional. Di hadapan para pemimpin daerah dalam acara Retreat Kepala Daerah 2025-2030 di Lembah Gunung Tidar, Magelang, Selasa (25/2/2025), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menitipkan pesan krusial: ubah desa menjadi sentra ekonomi produktif.

Yandri menegaskan bahwa keberhasilan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sangat bergantung pada kolaborasi antara Gubernur, Bupati, dan Kepala Desa. Dengan membangun desa, pemerintah secara otomatis menyelesaikan masalah kesenjangan ekonomi di tingkat akar rumput.

“Kalau desa kita bangun, sejahterakan, dan makmurkan, otomatis kita menyelesaikan pemerataan ekonomi nasional,” ujar Yandri dengan penuh semangat.

Menangkap Peluang Program Makan Bergizi Gratis
Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam orasi Yandri adalah keterlibatan desa dalam program strategis nasional. Ia mendesak para kepala daerah agar memastikan warga desa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi penyedia utama kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis.

Peluang ini dianggap sebagai momentum emas untuk menggerakkan perputaran uang di tingkat desa. “Saya mendorong warga desa menjadi pelaku utama perputaran ekonomi. Desa harus menangkap peluang Program Makan Bergizi Gratis ini,” tegasnya.

Desa Sebagai Subjek Pembangunan
Selama ini, desa seringkali hanya dijadikan objek pembangunan. Namun, Yandri ingin mengubah paradigma tersebut dengan menjadikan warga desa sebagai subjek aktif yang menentukan arah kemajuan daerahnya sendiri. Kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi syarat mutlak agar potensi desa yang selama ini tersembunyi bisa meledak menjadi kekuatan ekonomi baru.

Pertemuan strategis di Magelang ini turut dihadiri oleh deretan tokoh kunci kabinet, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi Rosan Roeslani, serta Mendagri Tito Karnavian. Kehadiran para menteri ini mempertegas bahwa pembangunan desa kini menjadi prioritas utama yang saling terintegrasi dengan sektor investasi dan ketahanan pangan nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN