Sukoharjo, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Wajah pembangunan Kecamatan Grogol pada tahun 2026 mulai dipetakan. Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Srikandi, usulan pengaspalan jalan di RT 08 RW 09 Desa Parangjoro mencuat sebagai prioritas strategis. Bukan sekadar perbaikan akses, usulan ini menjadi tumpuan bagi efisiensi unit usaha jasa pengambilan sampah milik BUMDes Lumbung Mukti.
Direktur BUMDes Lumbung Mukti, Adik Wibowo, menegaskan bahwa jalan yang mantap adalah modal kerja utama. Infrastruktur yang memadai akan memangkas waktu transportasi dan biaya perawatan armada sampah, yang pada akhirnya mendongkrak profitabilitas desa dan kesejahteraan warga.
Integrasi Ekonomi dan Penataan Wilayah
Musrenbang ini menjadi ajang bagi desa-desa di Kecamatan Grogol untuk saling adu argumen demi menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berkeadilan. Selain jalan di Parangjoro, forum ini menyepakati beberapa poin krusial untuk menghadapi tantangan tahun depan:
- Mitigasi Banjir: Fokus penanganan di wilayah Solo Baru (Pendawa).
- Pendidikan: Desakan pembangunan lembaga pendidikan tingkat SLTA.
- Estetika Kota: Pembangunan “wajah baru” Kecamatan Grogol di area depan kantor camat.
Aspirasi Akar Rumput Jadi Prioritas
Camat Grogol, Herdis Wijaya, mengapresiasi keberanian pengelola BUMDes dalam mengaitkan usulan fisik dengan target ekonomi. Menurutnya, partisipasi aktif dari perwakilan BPD, kepala desa, dan tokoh masyarakat memastikan pembangunan tidak hanya fokus pada beton, tetapi juga pada fungsi pelayanan publik.
“Kami berupaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Forum ini adalah cara kami menjaring aspirasi agar anggaran daerah 2026 tepat sasaran,” ungkap Herdis. Dengan jalan yang mulus, mobilitas warga Parangjoro diharapkan tidak lagi terkendala, menciptakan arus ekonomi yang lebih lancar dari tingkat rukun tetangga hingga ke pusat kecamatan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.