Baturaja, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Keamanan di wilayah perkebunan Desa Gunung Meraksa, OKU, mendadak mencekam pada Senin (24/4) malam. Sebuah aksi pencurian buah kelapa sawit di area Simpang Krikil berujung pada perkelahian sengit antara dua orang pelaku dengan petugas keamanan (sekuriti) perkebunan yang memergoki aksi mereka.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ini bermula saat tim keamanan mencium gelagat mencurigakan. Menyadari kehadiran pencuri, petugas segera melakukan pengepungan. Namun, bukannya menyerah, kedua pelaku justru memilih jalur kekerasan dengan memberikan perlawanan fisik hingga terjadi baku hantam di tengah kegelapan kebun sawit.
Satu Tertangkap, Satu Buron
Dalam perkelahian tersebut, petugas berhasil melumpuhkan satu pelaku bernama Andil (27), warga Bandar Agung. Sayangnya, satu rekan pelaku lainnya berhasil meloloskan diri dari kepungan dan kini tengah dalam pengejaran intensif pihak kepolisian.
Kapolres OKU, AKBP Arif Harsono, melalui Kasi Humas AKP Syafaruddin, mengonfirmasi bahwa saat ini pelaku yang tertangkap tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Lubuk Batang. “Pelaku melakukan perlawanan saat terkepung, mengakibatkan perkelahian dengan sekuriti,” jelas AKP Syafaruddin.
Barang Bukti Tonase Besar
Aksi nekat kedua pelaku ini bukan tanpa alasan. Dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti yang cukup fantastis berupa 70 tandan buah kelapa sawit dengan total berat mencapai 1,5 ton (sekitar 1.550 kilogram). Selain hasil jarahan, dua unit sepeda motor Yamaha Vega R tanpa plat nomor yang digunakan pelaku juga turut diamankan.
Kini, Andil terancam hukuman berat berdasarkan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan (Curat). Kasus ini menjadi alarm bagi sistem pengamanan lingkungan desa, terutama di wilayah perkebunan yang rawan terhadap penjarahan komoditas ekonomi bernilai tinggi.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.