Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] –Kondisi geografis yang menantang di wilayah pedalaman Kabupaten Padang Pariaman kerap menyisakan persoalan pelik bagi mobilitas warga. Hal ini tergambar jelas saat Plt. Wali Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Linda, tidak mampu membendung air matanya di hadapan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Yasin, pada Jumat pagi (20/8/2026).
Berada di kawasan perbukitan terjal Kecamatan Sungai Geringging yang memiliki ketinggian hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, Korong Kubu Alahan Kuranji hingga kini masih terisolasi oleh aliran sungai. Di hadapan wakil rakyat dari Fraksi PKS tersebut, Linda menangis seraya memohon agar jembatan gantung yang menjadi satu-satunya urat nadi penyeberangan warga segera diganti dengan konstruksi beton permanen.
“Kami sangat berharap aspirasi warga kami ini bisa diakomodir. Kondisi geografis kami menyulitkan transportasi sehari-hari, baik untuk akses pendidikan anak-anak maupun membawa hasil panen ke pasar,” ujar Wali Korong Kubu Alahan Kuranji, M. Rahman.
Untuk mencapai titik reses jemput aspirasi ini, Muhammad Yasin harus menyusuri jalanan tanah curam yang belum tersentuh aspal. Selain hambatan jembatan penyeberangan, buruknya infrastruktur jalan darat di nagari hasil pemekaran tahun 2011 ini dikeluhkan karena kerap memicu bahaya saat musim hujan. Tokoh masyarakat mendesak pemerintah provinsi segera melakukan pengaspalan jalan interkoneksi antardesa.
Kondisi tanah subur di perbukitan Sungai Geringging sebenarnya menjadikan nagari ini sebagai salah satu wilayah potensial penghasil komoditas perkebunan, khususnya buah pinang.
Namun akibat akses jalan dan jembatan yang rusak, warga mengeluhkan tingginya biaya angkut logistik yang berujung pada anjloknya harga jual pinang di tingkat petani.
Selain kestabilan harga komoditas, warga juga meminta pemenuhan fasilitas jaringan air bersih yang hingga kini sulit menjangkau wilayah dataran tinggi tersebut.
Keluhan dari pelosok daerah ini juga menyentuh aspek sosial-keagamaan. Perwakilan Bundo Kanduang Nagari, Nur Iman, menyayangkan minimnya alokasi bantuan anggaran pemerintah untuk kegiatan pembinaan keagamaan masyarakat desa.
Menanggapi rentetan kendala struktural akibat faktor geografis ini, Ketua Bapemperda DPRD Sumbar, Muhammad Yasin, berjanji akan mengawal usulan pembangunan infrastruktur fisik ini ke dalam prioritas pembahasan APBD Provinsi. Pihaknya menegaskan, percepatan jembatan permanen dan pengaspalan jalan sangat mendesak demi memutus rantai isolasi wilayah dan mendongkrak ekonomi sektor perkebunan rakyat.















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.