Kondisi Lapuk, Rumah Berdinding Bambu di Padurenan Bogor Roboh Jelang Tengah Malam
Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Sebuah rumah sederhana berdinding bilik bambu milik warga Kampung Bulak RT 01 RW 05, Desa Padurenan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, dilaporkan ambruk pada Rabu (3/12/2025) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Rumah yang roboh akibat kondisi yang sudah sangat lapuk tersebut diketahui milik Tatang Marno, warga setempat.
Musibah ini dibenarkan oleh Kanit Satpol PP Kecamatan Gunungsindur, Sugiharto, yang menyebut timnya langsung bergerak cepat melakukan asesmen di lokasi kejadian pada Kamis (4/12/2025).
“Musibah terjadi Rabu malam, rumah tinggal Bapak Marno mengalami runtuh. Hari ini petugas melakukan asesmen di lokasi untuk pendataan,” ujar Sugiharto.

Terdata dalam Program Rutilahu, Realisasi Tahun 2026
Fakta yang terungkap di lapangan menunjukkan bahwa rumah Tatang Marno sebenarnya telah terdata dan diajukan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun, perbaikan belum sempat terealisasi hingga musibah terjadi.
Kepala Desa Padurenan, Ralih Hidayat, membenarkan kondisi rumah yang sudah sangat rapuh menjadi penyebab utama robohnya bangunan tersebut. Ralih menjelaskan bahwa usulan perbaikan rumah tidak layak huni tersebut baru direncanakan untuk direalisasikan pada Tahun Anggaran 2026 mendatang.
“Pengajuan perbaikan rumah tidak layak huni sudah diusulkan, tetapi baru terealisasi tahun 2026 mendatang,” jelas Ralih Hidayat.
Meskipun demikian, Pemerintah Desa Padurenan bersama aparatur kecamatan dan lingkungan setempat segera mengambil langkah penanganan awal pascamusibah. Kanit Satpol PP Sugiharto menyebut, Pemcam Gunungsindur telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Padurenan untuk langkah penanganan cepat.
Gotong Royong Warga Jadi Solusi Jangka Pendek
Untuk memberikan bantuan segera kepada korban, Kepala Desa Padurenan mengumumkan rencana aksi gotong royong bersama masyarakat dan pengurus lingkungan.
“Rencananya hari Minggu akan diadakan giat gotong royong bersama warga dan pengurus lingkungan untuk membantu Bapak Marno,” tambah Ralih Hidayat, menunjukkan komitmen desa untuk meringankan beban warganya yang tertimpa musibah.
Data dari Pemdes Padurenan yang diterima oleh Satpol PP Kecamatan Gunungsindur memperkuat bahwa keterlambatan realisasi program Rutilahu menjadi tantangan dalam penanganan rumah-rumah yang sudah rapuh di wilayah tersebut. Musibah ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya percepatan program perbaikan infrastruktur hunian bagi warga prasejahtera.
Informasi SEO
Judul Berita (Maks. 9 Kata): Rumah Warga Gunungsindur Ambruk, Sudah Masuk Data Rutilahu
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.