Malinau [DESA MERDEKA] – Program Desa Sarjana (PDS) Kabupaten Malinau mencatatkan peningkatan peserta yang signifikan dalam empat tahun terakhir. Inisiatif yang digagas oleh Bupati Wempi W. Mawa dan Wakil Bupati Jakaria ini, menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Malinau, DR. Muhammad Fiteriyadi, mengungkapkan bahwa jumlah peserta PDS melonjak dari 41 orang pada tahun 2021 menjadi 1.093 orang pada tahun 2024. “Peningkatan ini mencapai 96 persen,” ujarnya.
Meskipun demikian, Fiteriyadi mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program ini. Sebanyak 18 peserta mengundurkan diri karena berbagai faktor, termasuk kurang percaya diri dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu, ditemukan juga kasus manipulasi data oleh beberapa peserta.
“Ada peserta yang memanipulasi data laporan semester selama dua tahun, padahal mereka tidak kuliah. Bahkan, orang tua mereka pun tidak mengetahuinya,” jelas Fiteriyadi. “Ada juga yang mengaku tidak kuliah kepada orang tuanya, tetapi setelah kami cek, mereka tidak terdaftar sebagai mahasiswa aktif.”
Terlepas dari tantangan tersebut, Pemkab Malinau tetap berkomitmen untuk melanjutkan dan memperbaiki program PDS. Langkah-langkah evaluasi dan perbaikan akan dilakukan untuk memastikan program ini berjalan efektif dan mencapai tujuannya.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas SDM di desa melalui program PDS. Kami juga akan memperketat pengawasan untuk mencegah kasus manipulasi data terulang,” tegas Fiteriyadi.
Program PDS diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang berkualitas dan siap membangun desa. Peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program ini.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.