Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 31 Agu 2024 16:49 WIB ·

Politik Santri: Budiyono-Novi Bidik 55 Persen Suara di Pati


					Politik Santri: Budiyono-Novi Bidik 55 Persen Suara di Pati Perbesar

Pati, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di tengah hiruk-pikuk kontestasi politik yang sering kali hanya mengandalkan kekuatan modal, pasangan Budiyono dan Novi Eko Yulianto memilih jalur berbeda untuk memenangkan Pilkada Pati 2024. Mereka mengusung narasi “Representasi Santri”, sebuah identitas yang dianggap sebagai kekuatan murni di Bumi Minatani. Pasangan ini secara berani memasang target kemenangan realistis sebesar 55 persen suara.

Target ini bukan sekadar angka di atas kertas. Optimisme tersebut muncul langsung dari barisan para ulama. Ketua Umum Jam’iyyah Kyai Santri Pesantren Nusantara (JKSPN), Itqonul Hakim, menegaskan bahwa Budiyono-Novi adalah satu-satunya pasangan yang membawa napas pesantren ke panggung birokrasi.

“Target kemenangan 55 persen ini sangat realistis bagi kami,” tegas Itqon usai melakukan pertemuan konsolidasi dengan pasangan tersebut di Pati, Jumat (30/8/2024) dini hari.

Mengapa Harus Santri?
Sudut pandang menarik muncul ketika JKSPN memetakan peta dukungan di Pati. Menurut Itqon, belum ada kandidat lain yang mampu mewakili suara kalangan Nahdliyin dan santri secara utuh selain pasangan ini. Strategi “Politik Santri” ini diharapkan menjadi pemersatu bagi para kyai dan masyarakat pesantren yang selama ini merasa suaranya hanya menjadi komoditas tanpa representasi nyata di kursi pemerintahan.

Dukungan dari JKSPN bukan sekadar doa, melainkan ajakan untuk bersatu secara politik. Mereka percaya bahwa kombinasi latar belakang agamis dan nasionalis pada Budiyono-Novi adalah formula tepat untuk membangun Kabupaten Pati yang lebih bermartabat.

Kawalan Demokrasi dari Pesantren
Meski membawa atribut agama, JKSPN menekankan komitmen mereka terhadap proses demokrasi yang sehat. Itqon menjamin pihaknya akan mengawal jalannya Pilkada agar berlangsung jujur dan adil. Baginya, perbedaan pilihan politik adalah hal yang lumrah, namun bagi kaum santri, arah dukungan kini telah mengkristal.

“Kami berharap seluruh warga Nahdliyin, santri, dan jaringannya bersatu. Ini saatnya suara kaum santri benar-benar terwakili di pemerintahan,” imbuh Itqon.

Dengan pergerakan masif di akar rumput pesantren, pasangan Budiyono-Novi berupaya membuktikan bahwa restu ulama dan soliditas santri adalah modal politik yang jauh lebih berharga daripada sekadar baliho di sepanjang jalan protokol.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Saat Sirene Pemilu Padam, Advokasi Kaum Akar Rumput Menyala

30 Juli 2026 - 22:23 WIB

PDI-P Dorong Ronaldo Asury Maju Pilkada Malaka 2030

26 Juli 2026 - 14:23 WIB

Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari

19 Juli 2026 - 21:50 WIB

Jen Natalia Fokus Pemberdayaan Masyarakat Malaka

23 Mei 2026 - 08:57 WIB

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Trending di POLITIK