Banda Aceh [DESA MERDEKA] – Startup agribisnis Geukom Agrifarm, yang dipimpin oleh tim petani milenial kreatif dari Aceh, bersiap menunjukkan inovasinya dalam kompetisi PF Muda Pertamina Foundation. Mereka membawa proyek unggulan berjudul “Hidroganik Inovatif: Pemberdayaan Pangan dan Energi,” sebuah sistem terintegrasi yang menggabungkan budidaya padi hidroganik, kolam lele, serta peternakan puyuh dengan dukungan energi panel surya.
“Kami memiliki visi untuk mengubah pandangan terhadap pertanian,” ujar Ubay, perwakilan Geukom Agrifarm, pada Sabtu (15/3/2025). “Kami ingin sektor ini terlihat modern dan menarik bagi generasi muda. Oleh karena itu, teknologi dan energi terbarukan menjadi kunci utama dalam proyek kami.” Proyek “Hidroganik Inovatif” ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi untuk ketahanan pangan, tetapi juga memotivasi petani milenial lainnya untuk berinovasi di bidang agribisnis.
Lebih lanjut, Ubay menjelaskan bagaimana sistem “Hidroganik Inovatif” bekerja. Proyek ini memanfaatkan air limbah dari kolam lele yang kaya akan nutrisi sebagai sumber utama penyubur padi yang ditanam secara hidroganik. Selain itu, penggunaan panel surya memastikan seluruh operasional berjalan secara efisien dan ramah terhadap lingkungan. Integrasi yang cerdas ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan secara signifikan, menekan biaya operasional, serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
“Integrasi antara energi bersih dan praktik pertanian modern ini sangat menarik,” lanjut Ubay dengan antusias. “Jika proyek ini berhasil, kami yakin akan menginspirasi banyak petani milenial lain untuk terjun ke dalam agribisnis yang berkelanjutan.” Geukom Agrifarm juga memiliki komitmen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan komunitas petani lokal, terutama jika mereka mendapatkan dukungan penuh dalam kompetisi PF Muda.
Kompetisi PF Muda sendiri dikenal memiliki standar penilaian yang tinggi. Ajang ini sangat mengutamakan inovasi, dampak sosial yang dihasilkan, serta aspek keberlanjutan dari setiap proyek yang diusung. “Kami sangat optimistis dengan semangat, ide-ide segar, serta dukungan yang kuat dari para petani milenial di Aceh,” kata Ubay penuh harap.
Partisipasi Geukom Agrifarm dalam kompetisi ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi generasi muda lainnya untuk melihat sektor pertanian sebagai peluang bisnis yang menjanjikan dan juga sebagai wadah untuk berkreasi. Langkah yang diambil oleh tim petani milenial Aceh ini merupakan sebuah terobosan baru dalam upaya memajukan pertanian modern di Indonesia.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.