Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kota Payakumbuh menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan terpilih sebagai salah satu daerah percontohan antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan Pemko Payakumbuh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Mahyeldi mengaku bangga karena pesan mengenai pentingnya integritas telah diimplementasikan secara serius oleh jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh.
“Alhamdulillah, komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih telah dijawab dengan kerja nyata. Kami bangga Payakumbuh mampu berdiri sejajar dengan daerah hebat lainnya di Indonesia,” ujar Mahyeldi di Padang, Sabtu (14/12/2024).
Sejajar dengan Daerah Terbaik di Indonesia
Kota Payakumbuh masuk dalam daftar eksklusif empat daerah percontohan antikorupsi di tanah air. Kota ini bersanding dengan Kota Surakarta (Jawa Tengah), Kabupaten Kulon Progo (DIY), dan Kabupaten Badung (Bali). Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi 18 kabupaten dan kota lainnya di wilayah Sumatera Barat untuk mengadopsi semangat serupa.
Mahyeldi berharap pola kebijakan berbasis integritas ini dapat menular secara masif. Menurutnya, keberhasilan Payakumbuh membuktikan bahwa budaya antikorupsi bukan sekadar slogan, melainkan sistem yang bisa dijalankan secara konsisten di tingkat daerah.
Budaya Antikorupsi Sebagai Tekad Masa Depan
Pj Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari jajaran internal pemko, Forkopimda, dukungan pemerintah provinsi, hingga masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar prestasi ini tidak membuat jajarannya berpuas diri.
“Ini bukan akhir perjalanan. Masih banyak tantangan yang harus kita tuntaskan bersama. Tekad kami ke depan adalah memastikan perilaku antikorupsi benar-benar membudaya pada setiap penyelenggara negara di Payakumbuh,” tutur Suprayitno.
Capaian sebagai kota percontohan ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci dalam melayani masyarakat. Payakumbuh kini resmi menjadi rujukan nasional dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkup pemerintah daerah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.