Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 30 Jan 2026 22:55 WIB ·

Padang Targetkan Air Bersih Pulih Total Sebelum Ramadan


					Padang Targetkan Air Bersih Pulih Total Sebelum Ramadan Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Krisis air bersih yang mencekik Kota Padang pascabencana banjir bandang kini menjadi prioritas nasional. Pemerintah pusat resmi mengucurkan dana sebesar Rp2,6 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital di Sumatera Barat, di mana Rp600 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk memulihkan layanan Perumda Air Minum Kota Padang.

Target ambisius ditetapkan: layanan air bersih harus kembali normal sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

“Target kami, sebelum Ramadan, persoalan air bersih di Kota Padang sudah tuntas. Saat ini, kami mengerahkan mobil tangki dan membangun sumur bor sebagai solusi darurat,” ujar Dody saat meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, Jumat (30/1/2026).

Dilema Empat Kecamatan: Antara Banjir dan Kekeringan
Sudut pandang menarik muncul dari fenomena anomali yang terjadi di lapangan. Meski dipicu oleh banjir bandang, dampaknya justru menyebabkan kekeringan di sumur-sumur warga. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa empat kecamatan, yakni Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara, mengalami gangguan pasokan air yang cukup berat.

Kondisi ini dipicu oleh rusaknya infrastruktur sumber air permukaan dan terganggunya aliran sungai. Normalisasi aliran sungai di kawasan Batang Gunung Nago kini menjadi fokus utama untuk mengaktifkan kembali IPA Gunung Pangilun yang memiliki kapasitas vital 500 liter per detik.

Strategi Penanganan Darurat Rp2,6 Triliun
Pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan pipa, tetapi juga rekonstruksi menyeluruh. Alokasi anggaran sebesar Rp2,6 triliun di Sumatera Barat akan digunakan untuk:

  • Rehabilitasi IPA Gunung Pangilun: Memulihkan kapasitas produksi air bersih pusat kota.
  • Normalisasi Sungai: Pembenahan Sungai Batang Gunung Nago untuk menjamin ketersediaan air baku.
  • Sumur Bor Strategis: Pembangunan titik-titik sumur bor baru di wilayah terdampak kekeringan.
  • Bantuan Logistik Air: Pengerahan armada tangki air secara masif selama masa transisi.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menambahkan bahwa dukungan pusat sangat krusial karena dampak bencana kali ini menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan warga kota. Sinergi antara Kementerian PU, Pemerintah Provinsi, dan Pemkot Padang diharapkan mampu memutus mata rantai krisis air ini sebelum aktivitas ibadah Ramadan dimulai.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Sanksi Menanti Tiga Kades Malaka Akibat Dana Desa Macet

25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Sumatera Barat Jadi Laboratorium Nasional Penanganan Bencana Terpadu

24 Februari 2026 - 09:42 WIB

Trending di PEMERINTAHAN