Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 28 Okt 2025 18:44 WIB ·

Media Harus Bentengi Persatuan di Era Digital: Sumpah Pemuda


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Setiap tanggal 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, momentum bersejarah yang mengukuhkan komitmen pemuda untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi Bahasa Indonesia. Semangat persatuan tahun 1928 tersebut kini kian relevan, terutama di tengah derasnya arus informasi dan potensi polarisasi di era digital.

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, Pemimpin Redaksi media online Manuvernews, Ayub Nuryanto, menyoroti pentingnya peran media sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan penguat semangat persatuan.

“Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan pengingat bahwa semangat persatuan dan nasionalisme harus terus dijaga. Di era digital yang penuh tantangan ini, media memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah kebangsaan dan menyebarkan semangat persatuan,” ujar Ayub di Bekasi, Selasa (28/10/2025).

Menurut Ayub, fungsi media massa kini telah berkembang, tidak hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai benteng moral bangsa. Media harus mampu menangkal hoaks, ujaran kebencian, serta berbagai konten yang berpotensi memecah belah persatuan nasional.

“Tugas jurnalis hari ini jauh lebih berat. Di tengah banjir informasi, media harus hadir dengan integritas, kejujuran, dan semangat nasionalisme. Media yang kuat akan melahirkan bangsa yang cerdas dan bersatu,” tegasnya, menekankan pentingnya kualitas jurnalisme di tengah disrupsi informasi.

Ayub turut mengingatkan generasi muda, khususnya para insan pers, untuk meneladani semangat para pemuda 1928 yang berani bersatu di atas segala perbedaan suku, agama, dan golongan. Ia menekankan bahwa pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan.

“Jadilah generasi yang berpikir kritis, berbuat nyata, dan membawa perubahan positif bagi negeri ini,” pesannya kepada kaum muda.

Sebagai pimpinan redaksi, Ayub menegaskan komitmen Manuvernews untuk terus menghadirkan jurnalisme yang akurat, berimbang, dan berjiwa nasionalis. Ia menyebut media harus bertransformasi menjadi alat perjuangan modern yang bertugas mengedukasi publik, memperkuat nilai kebangsaan, dan menumbuhkan cinta tanah air.

“Kami berdiri di garis depan untuk menyuarakan kebenaran dan menguatkan semangat Indonesia. Karena bagi kami, menjaga persatuan adalah bagian dari perjuangan jurnalisme itu sendiri,” pungkasnya, menutup dengan penegasan bahwa integritas dan nasionalisme adalah inti dari profesi pers di era kiwari.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM