Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 5 Mar 2025 13:28 WIB ·

Masjid Baiturrahman Genteng: Restoran Langit Tanpa Kasir Selama Ramadan


					Masjid Baiturrahman Genteng: Restoran Langit Tanpa Kasir Selama Ramadan Perbesar

Banyuwangi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di saat harga kebutuhan pokok fluktuatif, Masjid Besar Baiturrahman di Desa Genteng Wetan, Banyuwangi, justru menjelma menjadi “restoran raksasa” yang melayani ribuan orang setiap hari secara cuma-cuma. Bukan didanai oleh katering besar, dapur kedermawanan ini digerakkan sepenuhnya oleh sistem donasi warga yang telah tertata rapi selama puluhan tahun.

Usai penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah pada Sabtu (1/3/2025), masjid yang terletak di Jalan Gajah Mada ini kembali menjalankan tradisi ikoniknya: menyediakan 1.000 hingga 1.200 nasi kotak gratis setiap sore. Uniknya, takmir masjid tidak memasak sendiri sebutir nasi pun. Seluruh santapan buka puasa tersebut merupakan murni sumbangan masyarakat yang dikelola dengan manajemen distribusi yang presisi.

Sinergi Warga: Dari 3 Kotak hingga Puluhan
Sekretaris Masjid Besar Baiturrahman, Hadori, mengungkapkan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada kerelaan warga sekitar. Sistemnya sangat organik namun teratur; ada warga yang rutin mengirim 3 hingga 5 kotak nasi setiap hari, sementara para dermawan lain mengirimkan 20 hingga 50 kotak sekaligus.

“Jadwal pengiriman sudah kami atur sejak sebelum Ramadan agar ketersediaan pangan stabil setiap harinya. Kami hanya memfasilitasi niat baik masyarakat,” ujar Hadori yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut pada Senin (4/3/2025).

Magnet Sosial di Jantung Kota Genteng
Lokasinya yang strategis di dekat Pasar Genteng 1 menjadikan masjid ini titik temu lintas kelas sosial. Saat beduk bertalu, meja dan kursi yang ditata sejak bakda zuhur akan dipenuhi oleh jemaah dari berbagai latar belakang. Mulai dari mahasiswa indekos yang berhemat, tukang roti keliling, hingga pekerja lapangan, semuanya duduk setara menikmati hidangan yang sama.

Kehadiran jemaah yang terus membeludak setiap tahun disikapi takmir dengan observasi rutin. Peningkatan jumlah porsi dilakukan secara bertahap demi memastikan prinsip ketertiban tetap terjaga, sehingga tidak ada jemaah yang pulang dengan tangan hampa.

Lebih dari Sekadar Makan Gratis
Masjid Baiturrahman tidak ingin jemaah hanya datang untuk makan. Di sela-sela penantian waktu berbuka, suasana spiritual dihidupkan melalui selawat bersama dan kajian rutin dari para ustaz. Tradisi yang telah bertahan puluhan tahun ini membuktikan bahwa manajemen masjid yang profesional mampu mengubah kedermawanan individual menjadi sebuah gerakan sosial yang masif dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Era Baru Karate Malut: SK PB FORKI Terbit, Ahmad Assagaf Siap Bidik Prestasi Internasional

19 Januari 2026 - 19:31 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 16: Festival Lembah Pusako

19 Januari 2026 - 08:12 WIB

Wabup Sambas Kukuhkan 11 Kades: Jangan Terbuai Perpanjangan Jabatan

19 Januari 2026 - 07:48 WIB

Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro

18 Januari 2026 - 15:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 15: Menjaga Alam, Menjaga Budaya

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Kedaulatan Data: Langkah Cirebon Akhiri Drama Bansos Salah Sasaran

17 Januari 2026 - 09:08 WIB

Trending di RAGAM