Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 5 Mar 2025 13:28 WIB ·

Masjid Baiturrahman Genteng: Restoran Langit Tanpa Kasir Selama Ramadan


					Masjid Baiturrahman Genteng: Restoran Langit Tanpa Kasir Selama Ramadan Perbesar

Banyuwangi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di saat harga kebutuhan pokok fluktuatif, Masjid Besar Baiturrahman di Desa Genteng Wetan, Banyuwangi, justru menjelma menjadi “restoran raksasa” yang melayani ribuan orang setiap hari secara cuma-cuma. Bukan didanai oleh katering besar, dapur kedermawanan ini digerakkan sepenuhnya oleh sistem donasi warga yang telah tertata rapi selama puluhan tahun.

Usai penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah pada Sabtu (1/3/2025), masjid yang terletak di Jalan Gajah Mada ini kembali menjalankan tradisi ikoniknya: menyediakan 1.000 hingga 1.200 nasi kotak gratis setiap sore. Uniknya, takmir masjid tidak memasak sendiri sebutir nasi pun. Seluruh santapan buka puasa tersebut merupakan murni sumbangan masyarakat yang dikelola dengan manajemen distribusi yang presisi.

Sinergi Warga: Dari 3 Kotak hingga Puluhan
Sekretaris Masjid Besar Baiturrahman, Hadori, mengungkapkan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada kerelaan warga sekitar. Sistemnya sangat organik namun teratur; ada warga yang rutin mengirim 3 hingga 5 kotak nasi setiap hari, sementara para dermawan lain mengirimkan 20 hingga 50 kotak sekaligus.

“Jadwal pengiriman sudah kami atur sejak sebelum Ramadan agar ketersediaan pangan stabil setiap harinya. Kami hanya memfasilitasi niat baik masyarakat,” ujar Hadori yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut pada Senin (4/3/2025).

Magnet Sosial di Jantung Kota Genteng
Lokasinya yang strategis di dekat Pasar Genteng 1 menjadikan masjid ini titik temu lintas kelas sosial. Saat beduk bertalu, meja dan kursi yang ditata sejak bakda zuhur akan dipenuhi oleh jemaah dari berbagai latar belakang. Mulai dari mahasiswa indekos yang berhemat, tukang roti keliling, hingga pekerja lapangan, semuanya duduk setara menikmati hidangan yang sama.

Kehadiran jemaah yang terus membeludak setiap tahun disikapi takmir dengan observasi rutin. Peningkatan jumlah porsi dilakukan secara bertahap demi memastikan prinsip ketertiban tetap terjaga, sehingga tidak ada jemaah yang pulang dengan tangan hampa.

Lebih dari Sekadar Makan Gratis
Masjid Baiturrahman tidak ingin jemaah hanya datang untuk makan. Di sela-sela penantian waktu berbuka, suasana spiritual dihidupkan melalui selawat bersama dan kajian rutin dari para ustaz. Tradisi yang telah bertahan puluhan tahun ini membuktikan bahwa manajemen masjid yang profesional mampu mengubah kedermawanan individual menjadi sebuah gerakan sosial yang masif dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM