Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 5 Mar 2025 21:02 WIB ·

Lelang Tanah Karanganyar: Ubah Aset Desa Jadi Pembangunan Nyata


					Lelang Tanah Karanganyar: Ubah Aset Desa Jadi Pembangunan Nyata Perbesar

Cirebon, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Di saat banyak wilayah kebingungan mencari sumber pendanaan mandiri, Desa Karanganyar di Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, justru berhasil mengoptimalkan asetnya. Melalui lelang terbuka 27 hektare tanah kas desa yang digelar Selasa (4/3/2025), pemerintah desa sukses mengantongi Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp150 juta.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas sewa-menyewa lahan. Kuwu Desa Karanganyar, H. Suranto, menegaskan bahwa lelang ini adalah instrumen ekonomi kerakyatan. Pihaknya memberikan prioritas utama kepada warga lokal untuk menggarap lahan tersebut. Strategi ini memastikan perputaran uang tetap berada di dalam desa, sehingga ketahanan ekonomi warga tetap terjaga.

Transparansi Sebagai “Mata Uang” Kepercayaan
Hal menarik dari lelang di Desa Karanganyar adalah prosesnya yang dilakukan secara terbuka di pendopo balai desa. Masyarakat tidak hanya menonton, tetapi menyaksikan langsung bagaimana aset mereka dikelola. Transparansi ini menjadi poin penting untuk memutus rantai kecurigaan yang sering muncul dalam pengelolaan aset daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai aturan. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami dalam membangun desa,” ujar Suranto.

Efek Domino: Dari Sewa Lahan ke Padat Karya
PADes senilai Rp150 juta tersebut nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Namun, Pemdes Karanganyar melangkah lebih jauh dengan menerapkan sistem padat karya. Warga setempat tidak hanya menjadi penyewa lahan, tetapi juga dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam proyek-proyek desa.

Pendekatan ini menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi. Warga tidak lagi merasa sebagai penonton pembangunan, melainkan aktor utama. Dengan keterlibatan langsung, kualitas pekerjaan pembangunan diyakini lebih maksimal karena dikerjakan oleh mereka yang akan memanfaatkannya.

Melalui sinergi antara pengelolaan aset yang transparan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, Desa Karanganyar membuktikan bahwa kemandirian desa bisa dicapai tanpa harus selalu bergantung pada dana stimulan pusat. Lelang tanah kas ini menjadi bukti nyata bagaimana aset diam bisa diubah menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang inklusif.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Bawah Teduh Pepohonan, Tripika Pasimarannu Dampingi Warga Terdampak Gempa

15 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Keteladanan 2 Kades di Biboki Selatan Tambal Jalan

14 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Warga Dusun 2B Karang Sari Bangun Gapura Sambut HUT ke-81 RI, Semarakkan Desa HELAU

12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.
Trending di KABAR DESA