Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 15 Jul 2023 06:57 WIB ·

Krisis Guru SD di Purbalingga Ancam Pendidikan Desa


					Krisis Guru SD di Purbalingga Ancam Pendidikan Desa Perbesar

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Ratusan anak-anak di pelosok pedesaan Kabupaten Purbalingga kini dihantui ancaman telantar di ruang kelas tanpa guru. Gempuran masa pensiun yang terus berjalan tiap bulan, tanpa diimbangi kepastian formasi pengganti, membuat daerah ini didera krisis guru SD di Purbalingga secara masif. Jika tidak segera diintervensi, kualitas SDM generasi muda di desa taruhannya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purbalingga, Joko Sumarno, membeberkan fakta bahwa wilayahnya masih kekurangan sekitar 700 tenaga pendidik hingga tahun 2023. Ironisnya, angka defisit ini paling banyak menganga pada jenjang Sekolah Dasar (SD)—pos pendidikan dasar yang menjadi tumpuan utama anak-anak di tingkat desa.

“Kami tidak ingin melihat anak-anak terlantar tanpa mendapatkan pelayanan pendidikan berkualitas karena banyaknya kelas yang kosong di sekolah,” tegas Joko Sumarno saat mengutarakan kecemasannya.

Langkah darurat sebenarnya sudah berjalan. Pada tahun 2022 lalu, pasokan 2.000 pengajar sempat terpenuhi lewat Program Penempatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3K). Sayangnya, angka itu belum menjadi solusi permanen. Pasalnya, grafik kebutuhan guru sifatnya dinamis: terus membengkak seiring habisnya masa bakti para guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) senior setiap bulan. Di sisi lain, rekrutmen CPNS jalur umum untuk tahun 2023 ini masih nihil.

Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah memutar otak agar kegiatan belajar mengajar di desa tetap bertahan, meski harus berjalan tertatih-tatih. PGRI Purbalingga kini menggantungkan harapan besar pada kebijakan Pemerintah Kabupaten untuk kembali membuka rekrutmen ASN melalui jalur P3K tahun depan demi menambal lubang besar ini.

Bagaimanapun, pemenuhan tenaga pendidik yang ideal merupakan investasi mutlak bagi masa depan. Penguatan kualitas pendidikan di tingkat dasar tidak boleh ditunda jika Purbalingga ingin mencetak generasi muda yang kompetitif sekaligus mendorong laju pembangunan daerah yang merata hingga ke batas desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Trending di PENDIDIKAN