Lombok Barat [DESA MERDEKA] – Masyarakat Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sekitar dua ribu warga memadati acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih pada Selasa (3/6).
Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan kegembiraannya melihat respons positif masyarakat. “Alhamdulillah, adanya Gerai Kopdes Merah Putih di Desa Kembang Kuning Lombok Timur yang menjadi amanah Presiden ini diterima dan disambut gembira oleh masyarakat,” ujar Ferry dalam sambutannya. Ia menambahkan, inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Daerah, hingga akademisi.
Ferry juga menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merefleksikan nilai-nilai inti koperasi, yaitu demokrasi, kekeluargaan, dan gotong royong, yang tercermin melalui pelaksanaan musyawarah desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Ke depannya, Kopdes Merah Putih tidak hanya akan membangun ekosistem bisnis, tetapi juga mendorong digitalisasi untuk memperkuat kinerja koperasi. “Butuh kerja keras semua pihak dalam pembentukannya, agar sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi,” imbuh Ferry, dalam acara yang turut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Hadiwijaya, serta sejumlah pejabat penting lainnya.
Senada dengan Wamen Koperasi, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), M. Isra Ramli, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini akan mengatasi berbagai isu krusial di perdesaan. “Kopdes akan banyak membuka lapangan kerja,” tegas Isra. Lebih lanjut, koperasi ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang panjang, mengatasi keterbatasan permodalan masyarakat desa, dan menekan dominasi middleman yang kerap merugikan petani atau produsen kecil.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menambahkan, pihaknya menargetkan 1.166 koperasi di NTB akan aktif pada bulan Juli ini. Dengan asumsi setiap koperasi menyerap 20 hingga 25 tenaga kerja, potensi penyerapan tenaga kerja di NTB bisa mencapai 29.150 orang. “Kami menyediakan fasilitas untuk membantu terbentuknya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di mana 50% bantuan biaya pengurusan legalitas ditanggung oleh Pemprov NTB,” ungkapnya.
Di Desa Kembang Kuning sendiri, Koperasi Desa Merah Putih telah memiliki 200 anggota dan menyediakan enam gerai layanan: Simpan Pinjam, Apotek, Toko Sembako, Klinik, Saprodi, dan Transportasi. “Ke depan, rencananya akan bertambah sesuai dengan kebutuhan anggota,” jelas Kepala Desa Kembang Kuning, H. Lalu Sujian.
Inisiatif pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Data Kementerian Koperasi menunjukkan, sebanyak 78.694 atau 98,4% desa/kelurahan telah melaksanakan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus. Angka ini mengindikasikan bahwa target pembentukan 80 ribu Koperasi/Kelurahan Merah Putih yang akan diluncurkan pada Hari Koperasi bulan Juli nanti akan segera terealisasi.
Teks Foto: Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) menyampaikan sambutan di hadapan ribuan warga Desa Kembang Kuning, Lombok Timur, dalam acara peluncuran Koperasi Desa Merah Putih. Antusiasme masyarakat menunjukkan harapan besar terhadap peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.