Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KORUPSI · 5 Apr 2023 06:34 WIB ·

Kasus Kardus Durian: KPK Pastikan Dana Transmigrasi Terus Dikawal


					Kasus Kardus Durian: KPK Pastikan Dana Transmigrasi Terus Dikawal Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Teka-teki penghentian kasus legendaris “Kardus Durian” akhirnya terjawab. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara tegas membantah telah menghentikan penyidikan dugaan suap dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPIDT) tahun 2011. Proyek yang seharusnya menjadi tumpuan pembangunan di kawasan transmigrasi ini dipastikan tetap berada dalam radar hukum.

Dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2023), Tim Biro Hukum KPK, Iskandar Marwanto, menjelaskan bahwa nama mantan Menakertrans, Muhaimin Iskandar, tetap tercantum dalam surat dakwaan sebagai pihak yang diduga bersama-sama menerima uang dari PT Alam Jaya Papua. Hal ini menegaskan bahwa skandal yang menyita perhatian publik ini tidak menguap begitu saja.

Dana Desa Transmigrasi yang Terancam Rasuah
Skandal ini bermula dari proyek infrastruktur daerah transmigrasi yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Alih-alih sampai ke pelosok untuk membangun jalan atau jembatan desa, dana tersebut justru menjadi bancakan. Pada 25 Agustus 2011, KPK melakukan OTT dan menyita uang Rp 1,5 miliar yang disimpan dalam kardus durian, sebuah simbol ironis dari penyelewengan dana pembangunan daerah.

Dua pejabat eselon Kemenakertrans saat itu, I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan, telah lebih dulu terseret bersama pengusaha Dharnawati. Penegasan KPK untuk terus melanjutkan kasus ini memberikan harapan bahwa dana-dana pembangunan untuk masyarakat pinggiran tidak boleh dimainkan tanpa konsekuensi hukum.

Komitmen Menjaga Infrastruktur Daerah
Gugatan praperadilan yang diajukan oleh MAKI menjadi pengingat bahwa publik tetap mengawasi setiap rupiah dana negara yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur daerah. Infrastruktur yang layak adalah nyawa bagi kawasan transmigrasi agar bisa bertransformasi menjadi desa-desa yang mandiri dan maju.

Dengan berlanjutnya penyidikan ini, KPK mengirimkan pesan kuat bahwa korupsi di sektor pembangunan daerah, sekecil atau selandai apa pun kasusnya, tetap menjadi prioritas. Penegakan hukum yang tuntas diharapkan mampu mencegah praktik serupa terulang pada proyek-proyek pembangunan desa masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 285 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mesin Speedboat Fiktif dan Tameng Politik di Desa Loleo

25 Mei 2026 - 12:47 WIB

Siasat Mangkir Kades Loleo: Dana Desa Menguap?

21 Mei 2026 - 09:54 WIB

Modal Usaha Desa Malah Amblas di Pasar Trading

19 Mei 2026 - 12:47 WIB

Upeti Ormas Berkedok Sumbangan Hantui Kepala Desa di TTU

16 Mei 2026 - 07:02 WIB

Drama Dana Desa Loleo: Lima Tahun Tanpa Sentuhan Audit

9 Mei 2026 - 19:57 WIB

Audit Investigatif: Harga Mati Ungkap Korupsi Desa Loleo

1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Trending di KORUPSI