Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 3 Des 2025 22:08 WIB ·

Kasus HIV Selayar 2025 Meningkat, Pemerintah Diminta Bertindak


					Kasus HIV Selayar 2025 Meningkat, Pemerintah Diminta Bertindak Perbesar

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (DESAMERDEKA) — Kasus HIV di Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Data Puskesmas Pasimarannu mencatat lima kasus baru dalam tahun berjalan, mayoritas berasal dari kelompok usia muda dan produktif.

Petugas HIV/AIDS Puskesmas Pasimarannu, Hasrarudin Kasnar, SKM, mengatakan bahwa total kasus HIV di wilayah tersebut kini mencapai 25 orang. Dari jumlah itu, 21 pasien masih hidup, sementara empat lainnya meninggal, termasuk dua pemuda yang wafat pada 2025 akibat komplikasi HIV. “Tahun ini ada lima temuan baru, dan sebagian besar berada pada usia produktif. Situasi ini memerlukan kewaspadaan semua pihak,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Menurut Hasrarudin, pola penularan HIV di Pasimarannu didominasi penularan antar-pasangan suami–istri, penularan ibu ke anak, serta hubungan laki-laki dengan pasangan laki-laki. Ia menegaskan bahwa penyebaran HIV tidak terjadi melalui aktivitas sosial sehari-hari. “ODHA tidak boleh didiskriminasi. HIV tidak menular lewat bersalaman atau makan bersama,” jelasnya.

Puskesmas Pasimarannu menyediakan layanan tes HIV gratis dan rahasia, termasuk terapi antiretroviral (ARV) yang diberikan tanpa biaya. Hasrarudin menjelaskan bahwa ARV harus dikonsumsi seumur hidup, namun dapat menekan virus hingga pasien tidak lagi berpotensi menularkan HIV apabila rutin diminum.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pasimarannu, Drs. Syamsul Bahri, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kasus tersebut. Ia menilai bahwa tantangan geografis kepulauan dan pemahaman masyarakat yang masih beragam mengenai HIV menjadi alasan perlunya penanganan yang lebih terstruktur. “Puskesmas Pasimarannu harus menjadikan isu HIV sebagai program prioritas agar persoalan ini mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten,” ujarnya.

Syamsul menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, sekolah, dan lembaga masyarakat untuk memperkuat edukasi publik dan mendorong deteksi dini. “Penanganan HIV tidak bisa hanya mengandalkan petugas kesehatan. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor untuk melindungi generasi muda,” katanya.

Peningkatan kasus HIV di Pasimarannu menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan publik di wilayah kepulauan membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih kuat. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat sosialisasi, edukasi, dan akses layanan kesehatan guna menekan penularan HIV di Selayar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 348 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Era Baru Karate Malut: SK PB FORKI Terbit, Ahmad Assagaf Siap Bidik Prestasi Internasional

19 Januari 2026 - 19:31 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 16: Festival Lembah Pusako

19 Januari 2026 - 08:12 WIB

Wabup Sambas Kukuhkan 11 Kades: Jangan Terbuai Perpanjangan Jabatan

19 Januari 2026 - 07:48 WIB

Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro

18 Januari 2026 - 15:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 15: Menjaga Alam, Menjaga Budaya

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Kedaulatan Data: Langkah Cirebon Akhiri Drama Bansos Salah Sasaran

17 Januari 2026 - 09:08 WIB

Trending di RAGAM