Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 11 Jun 2025 21:34 WIB ·

Gubernur Sumbar Ajak Perantau Kembangkan Ekonomi Daerah Lewat “Galeh Babelok”


					Gubernur Sumbar Ajak Perantau Kembangkan Ekonomi Daerah Lewat “Galeh Babelok” Perbesar

Pekanbaru [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, secara aktif mempromosikan potensi daerah kepada perantau Minang di Provinsi Riau melalui program inovatif “Galeh Babelok”. Inisiatif ini difokuskan pada tiga sektor strategis: perdagangan (trade), pariwisata (tourism), dan investasi (investment), atau yang dikenal dengan TTI.

Mahyeldi menekankan pentingnya peran aktif para perantau dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Sumbar. “Kami merangkul para perantau untuk terlibat aktif dalam optimalisasi tiga potensi strategis daerah ini,” ungkap Gubernur Mahyeldi di Hotel Pangeran, Pekanbaru, pada Rabu (11/6/2025).

Rangkaian kegiatan “Galeh Babelok” diawali dengan pertemuan bersama Asosiasi Pengusaha Provinsi Riau, dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR), serta promosi sektor pariwisata dan produk Industri Kecil Menengah (IKM). Ke depan, Pemprov Sumbar berencana memperluas sosialisasi program ini ke berbagai kota lain di Sumatera.

Tak hanya sektor perdagangan, industri, dan investasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengikutsertakan Bank Nagari dalam kegiatan promosi ini. Mahyeldi mengungkapkan, “Kami sengaja mengajak Bank Nagari, sebagai bank daerah, untuk dipromosikan kepada perantau Minang. Harapannya, seluruh perantau Minang memiliki rekening dan menabung di Bank Nagari.”

Penggunaan Bank Nagari oleh para pengusaha perantau Minang dinilai sebagai langkah strategis yang saling menguntungkan. Keuntungan yang dihasilkan Bank Nagari akan tercatat sebagai dividen Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD Sumbar, yang pada akhirnya akan mendukung program pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Sumbar. Mahyeldi menambahkan, “Ini adalah sinergi yang baik, di mana dukungan perantau terhadap bank daerah pada akhirnya akan kembali memberikan manfaat bagi pembangunan kampung halaman.”

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Adib Alfikri, melaporkan bahwa hampir semua asosiasi pengusaha Provinsi Riau, seperti Kadin, Apindo, PHRI, dan REI, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Gubernur memaparkan berbagai peluang investasi unggulan kepada para pengusaha dan perantau Minang di Riau. Selain itu, pemerintah daerah juga menawarkan aset milik Pemda, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk dikelola melalui skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) atau sistem sewa.

Optimalisasi peran perantau dan dunia usaha setempat ini ditargetkan menjadi solusi efektif untuk pengembangan UMKM di Sumbar. Skema kerja sama yang ditawarkan meliputi kontrak dagang, kerja sama produksi, hingga pola investasi yang beragam.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM