Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 11 Jun 2025 21:34 WIB ·

Gubernur Sumbar Ajak Perantau Kembangkan Ekonomi Daerah Lewat “Galeh Babelok”


					Gubernur Sumbar Ajak Perantau Kembangkan Ekonomi Daerah Lewat “Galeh Babelok” Perbesar

Pekanbaru [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, secara aktif mempromosikan potensi daerah kepada perantau Minang di Provinsi Riau melalui program inovatif “Galeh Babelok”. Inisiatif ini difokuskan pada tiga sektor strategis: perdagangan (trade), pariwisata (tourism), dan investasi (investment), atau yang dikenal dengan TTI.

Mahyeldi menekankan pentingnya peran aktif para perantau dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Sumbar. “Kami merangkul para perantau untuk terlibat aktif dalam optimalisasi tiga potensi strategis daerah ini,” ungkap Gubernur Mahyeldi di Hotel Pangeran, Pekanbaru, pada Rabu (11/6/2025).

Rangkaian kegiatan “Galeh Babelok” diawali dengan pertemuan bersama Asosiasi Pengusaha Provinsi Riau, dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR), serta promosi sektor pariwisata dan produk Industri Kecil Menengah (IKM). Ke depan, Pemprov Sumbar berencana memperluas sosialisasi program ini ke berbagai kota lain di Sumatera.

Tak hanya sektor perdagangan, industri, dan investasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengikutsertakan Bank Nagari dalam kegiatan promosi ini. Mahyeldi mengungkapkan, “Kami sengaja mengajak Bank Nagari, sebagai bank daerah, untuk dipromosikan kepada perantau Minang. Harapannya, seluruh perantau Minang memiliki rekening dan menabung di Bank Nagari.”

Penggunaan Bank Nagari oleh para pengusaha perantau Minang dinilai sebagai langkah strategis yang saling menguntungkan. Keuntungan yang dihasilkan Bank Nagari akan tercatat sebagai dividen Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD Sumbar, yang pada akhirnya akan mendukung program pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Sumbar. Mahyeldi menambahkan, “Ini adalah sinergi yang baik, di mana dukungan perantau terhadap bank daerah pada akhirnya akan kembali memberikan manfaat bagi pembangunan kampung halaman.”

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Adib Alfikri, melaporkan bahwa hampir semua asosiasi pengusaha Provinsi Riau, seperti Kadin, Apindo, PHRI, dan REI, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Gubernur memaparkan berbagai peluang investasi unggulan kepada para pengusaha dan perantau Minang di Riau. Selain itu, pemerintah daerah juga menawarkan aset milik Pemda, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk dikelola melalui skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) atau sistem sewa.

Optimalisasi peran perantau dan dunia usaha setempat ini ditargetkan menjadi solusi efektif untuk pengembangan UMKM di Sumbar. Skema kerja sama yang ditawarkan meliputi kontrak dagang, kerja sama produksi, hingga pola investasi yang beragam.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

DKP Banggai dan LAUTRA Sulteng Matangkan Jadwal Musdes Sosialisasi

27 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Dari Voucher Seharga 10 ribu, Yogi Berakhir di Balik Jeruji

27 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Trending di RAGAM