Bojonegoro [DESA MERDEKA] – Inovasi program Gayatri (Gerakan Ayam Petelur Mandiri) yang digagas di Kabupaten Bojonegoro mulai membuahkan hasil nyata. Agus Muklison, Kepala Desa Sudah, Kecamatan Malo, menjadi salah satu pionirnya dengan membudidayakan 32 ekor ayam petelur dalam kandang baterai galvanis. Program yang baru berjalan hampir satu bulan ini telah menunjukkan perkembangan positif dalam meningkatkan potensi ekonomi desa.
Menurut Agus Muklison, keberhasilan budidaya ayam petelur skala rumahan memerlukan perhatian khusus dalam pemeliharaannya, namun ia menilai hal tersebut relatif mudah diterapkan. Salah satu kunci utamanya adalah menjaga kebersihan kandang secara rutin. “Kandang harus selalu disemprot disinfektan setiap tiga hari sekali untuk mencegah penyebaran penyakit,” jelasnya pada Jumat (11/04/2025).
Selain kebersihan kandang, Agus menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kelancaran pasokan air minum bagi ayam. Pengecekan rutin pada klep keran air diperlukan untuk memastikan tidak ada sumbatan kotoran. Untuk menjaga kesehatan ayam, air minum juga diberikan tambahan vitamin secara berkala. “Air yang bersih dan alirannya lancar sangat krusial untuk kesehatan ayam,” tegasnya.
Pemberian pakan juga menjadi perhatian utama Agus. Ia memberikan campuran pakan berupa konsentrat, dedak, dan jagung giling kasar sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore, dengan takaran 1,2 ons per ekor setiap kali pemberian. Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa upaya mencegah stres pada ayam akibat terlalu lama berada di dalam kandang juga sangat penting. “Setelah pemberian pakan pagi, usahakan ayam dikeluarkan dari kandang selama sekitar tiga jam agar mereka dapat bergerak bebas,” sarannya.
Tindakan cepat juga diperlukan jika ditemukan ayam yang menunjukkan gejala tidak sehat. Agus menyarankan agar ayam yang sakit segera dipisahkan dari kelompoknya dan diberikan pengobatan yang tepat agar cepat pulih. “Penanganan yang cepat akan meminimalkan risiko penularan penyakit dan menekan angka kematian ayam,” katanya.
Agus Muklison memiliki keyakinan penuh bahwa program Gayatri yang diinisiasi oleh Bupati Setyo Wahono akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat jika dikelola dengan baik. “Program ini memiliki potensi besar dalam menekan angka kemiskinan, meningkatkan perekonomian warga desa, dan hasil telur yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” pungkasnya dengan optimisme.
Sebagai informasi tambahan, Agus juga menerapkan metode tradisional dengan memberikan ramuan herbal berupa campuran perasan kunyit dan gula merah yang dicampurkan ke dalam air minum ayam setiap minggunya. Hasilnya pun menggembirakan. Dari 32 ekor ayam yang dipelihara selama hampir satu bulan, produksi telur terus mengalami peningkatan. Awalnya hanya menghasilkan sekitar 16 butir telur per hari, kini produksi telah mencapai 25 butir per hari dan trennya terus meningkat. Keberhasilan Agus ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Bojonegoro untuk mengimplementasikan program Gayatri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.