Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

EKBIS · 11 Apr 2025 20:15 WIB ·

Gayatri Bojonegoro: Lansia Berdaya, Telur Lokal Sejahtera!


					<em>Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memimpin pemantapan program Gayatri, gerakan ayam petelur mandiri yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</em> Perbesar

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memimpin pemantapan program Gayatri, gerakan ayam petelur mandiri yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bojonegoro [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mematangkan persiapan program inovatif bertajuk Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Bertempat di Rumah Dinas Bupati pada Rabu (9/4), pembahasan intensif dilakukan untuk memastikan program ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merealisasikan program Gayatri. Beliau berharap sinergi berbagai pihak dapat memastikan implementasi program sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, sehingga mampu meningkatkan taraf kesejahteraan secara berkelanjutan.

Program Gayatri sendiri dirancang dengan beragam manfaat yang diharapkan. Di sektor gizi, diharapkan terjadi peningkatan konsumsi telur sebagai sumber protein berkualitas. Selain itu, ketersediaan telur di tingkat lokal akan terjamin, memudahkan akses masyarakat. Lebih jauh, program ini melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai potensi pembeli hasil ternak dan penyedia pakan, bahkan pendamping bagi penerima manfaat.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Asda) Bojonegoro, Andik Sudjarwo, menambahkan bahwa program Gayatri memiliki potensi menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sosial, ekonomi, hingga budaya. Beliau meyakini bahwa program ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan penghasilan harian.

Secara sosial, Gayatri menyasar kelompok lansia yang seringkali dianggap tidak produktif. Padahal, menurut Andik, kelompok ini memiliki potensi besar untuk beternak ayam. Dari sisi budaya, program ini diharapkan dapat menggeser paradigma ketergantungan pada bantuan langsung menjadi pola pemberdayaan melalui pengelolaan ternak jangka panjang.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Bojonegoro, Sudawam, memberikan apresiasi atas terobosan Bupati dalam upaya menekan angka kemiskinan. Namun, beliau menekankan pentingnya teknis pelaksanaan yang berdampak langsung bagi warga desa. Sudawam berharap seluruh siklus program Gayatri, mulai dari pengadaan hingga pemasaran, dapat difokuskan di tingkat desa untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, ini menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan program prioritas bupati ini untuk kepentingan pribadi, terutama dalam hal pengadaan barang dan jasa. Oleh karena itu, beliau menyarankan agar pengadaan infrastruktur program, seperti bibit ayam, pakan, dan kandang, serta perputaran hasil telur, sepenuhnya melibatkan potensi desa.

Sudawam mencontohkan pembuatan kandang yang sebaiknya ditangani oleh warga desa, tidak bergantung pada pabrikan. Begitu pula dengan pengadaan pakan, beliau menilai potensi hasil pertanian desa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan, sehingga perputaran ekonomi terjadi di tingkat lokal, tidak hanya mengandalkan rekanan penyedia jasa dari luar desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Gayatri Bojonegoro: Lansia Berdaya, Telur Lokal Sejahtera!”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Inovasi “Surga” drg. Afando Bawa BKOM Sumbar Mendunia

25 Maret 2026 - 08:56 WIB

Siasat Mas Hadi: Taklukkan Kemiskinan Lewat Manajemen Bersih

12 Maret 2026 - 10:14 WIB

KAI Purwokerto Siapkan Frontliner Jago Bahasa Isyarat Lebaran

6 Maret 2026 - 11:55 WIB

Jombang Kucurkan Rp5 Miliar Demi Selamatkan Petani Tembakau

27 Februari 2026 - 07:50 WIB

Ironi Impor Mobil India di Tengah Ambisi Prabowonomics

21 Februari 2026 - 12:20 WIB

Pasar Modal Indonesia: Bendungan Bisnis yang Sedang Mengalami Kebocoran

19 Februari 2026 - 11:25 WIB

Trending di EKBIS