MALANG, Desa Merdeka – Banyak orang mengira kemajuan desa ditentukan oleh besarnya anggaran. Banjararum justru membuktikan sebaliknya. Desa ini menunjukkan bahwa administrasi yang tertata rapi dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi, percepatan pembangunan, dan tumbuhnya ekonomi masyarakat.
Pendekatan itu terlihat dalam pendampingan Klinik APBDesa Kecamatan Singosari. Tim pendamping mendatangi desa secara langsung sehingga pemerintah desa dapat menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBDes lebih cepat sekaligus mempersiapkan APBDes tahun berikutnya secara lebih matang.
Dengan cara tersebut, pemerintah desa tidak lagi menghabiskan sebagian besar waktunya mengejar administrasi. Mereka dapat mengarahkan perhatian pada program-program yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Ekonomi Desa Banjararum Berawal dari Tata Kelola yang Baik
Banjararum memandang administrasi sebagai fondasi pembangunan, bukan sekadar kewajiban birokrasi. Pemerintah desa menyusun perencanaan lebih awal, menjalankan program sesuai jadwal, dan mengoptimalkan anggaran untuk kegiatan yang berdampak langsung.
Perencanaan yang matang membuat pembangunan berjalan lebih efektif. Pemerintah desa juga memiliki kesempatan lebih besar untuk melahirkan inovasi yang memperkuat ekonomi lokal.
Ekonomi Desa Banjararum Diperkuat Eduwisata Kembang Tanjung
Salah satu inovasi tersebut ialah pengembangan Eduwisata Kembang Tanjung. Kawasan ini memadukan edukasi, pertanian, peternakan, perikanan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem.
TPST 3R mengolah sampah menjadi sumber nilai ekonomi. Limbah organik diubah menjadi ekoenzim yang mendukung pertanian ramah lingkungan. Budidaya padi, jamur, peternakan, dan perikanan ikut memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat.
Seluruh potensi tersebut saling melengkapi sehingga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
BUMDes Menjadi Motor Ekonomi Desa Banjararum
BUMDes bersama Koperasi Desa Merah Putih menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Kedua lembaga ini memperluas kemitraan usaha, membuka akses pemasaran produk lokal, dan menciptakan peluang usaha baru bagi warga.
Sinergi tersebut membuktikan bahwa tata kelola keuangan yang sehat mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Semakin baik pengelolaan APBDes, semakin besar pula peluang BUMDes mengembangkan usaha produktif.

Ekonomi Desa Banjararum Menjadi Inspirasi
Banjararum menunjukkan bahwa kemajuan desa tidak selalu ditentukan oleh besarnya dana yang dimiliki. Kualitas tata kelola, perencanaan yang matang, dan inovasi menjadi faktor utama yang mendorong perubahan.
Pendampingan melalui Klinik APBDesa Kecamatan Singosari membuktikan bahwa birokrasi dapat hadir sebagai mitra pembangunan. Pemerintah desa menyelesaikan administrasi lebih cepat, lalu mengalihkan energi untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Banjararum memberikan pelajaran sederhana namun penting: ketika administrasi tertib, pembangunan bergerak lebih cepat, dan ekonomi desa tumbuh lebih kuat.

Mochamad Fajar Kurniawan adalah Founder Forum Handarbeni Singhasari (FONDASI), CEO Raja Kebab Singosari dan Raja Ayam Geprek Singosari, serta anggota Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Singosari sejak 2017. Alumni SMAN 3 Malang (BHAWIKARSU) dan Universitas Brawijaya ini juga menjadi Pembina Paguyuban Batik Singosari dan Paguyuban Batik Lawang.Jurnalis
Berbekal pengalaman sebagai mantan Pemimpin Redaksi sebuah tabloid di Kota Malang, ia aktif menulis tentang tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, ekonomi lokal, UMKM, pelestarian budaya, dan pembangunan berbasis potensi desa. Melalui tulisan dan kegiatan pendampingan, ia berkomitmen mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.