Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMDA · 25 Jan 2026 10:28 WIB ·

Dedi Mulyadi “Pasang Badan” Amankan Pembangunan Desa Jawa Barat


					Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai usai bertemu Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat malam (23/1/2026) malam.(Image courtesy: Kompas.com) Perbesar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai usai bertemu Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat malam (23/1/2026) malam.(Image courtesy: Kompas.com)

Bandung, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Di tengah bayang-bayang pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah berani untuk mengamankan stabilitas pembangunan di tingkat akar rumput. Pemprov Jabar memastikan akan “pasang badan” dengan tetap memprioritaskan proyek infrastruktur desa meskipun ruang fiskal daerah dalam kondisi terbatas.

Komitmen ini ditegaskan Dedi usai menampung keresahan para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026) malam. Apdesi mencemaskan penurunan alokasi dana pusat akan melumpuhkan pelayanan publik dan pembangunan di desa.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun desa-desa, terutama infrastruktur, dimulai dari tahun ini dan tahun-tahun ke depan,” ujar Dedi.

Fokus pada Infrastruktur Penggerak Ekonomi
Alih-alih menyebar anggaran secara merata namun tipis, Dedi memilih strategi prioritas. Pemprov Jabar akan memfokuskan pembiayaan pada infrastruktur yang memiliki dampak instan terhadap ekonomi rakyat. Tiga pilar utamanya adalah:

  • Jaringan Irigasi: Menjamin produktivitas lahan pertanian sebagai basis ekonomi desa.
  • Drainase Lingkungan: Memperbaiki sanitasi dan mencegah potensi bencana lokal.
  • Penerangan Jalan Umum (PJU): Meningkatkan keamanan dan produktivitas warga di malam hari.

Dedi menekankan bahwa mobilitas dan aktivitas ekonomi warga desa tidak boleh terhenti hanya karena skema fiskal di pusat sedang melandai.

Inovasi “Gapura Sri Baduga” sebagai Solusi
Menariknya, Dedi tidak hanya mengandalkan bantuan fisik searah. Ia mendorong budaya kompetisi melalui program Anugerah Gapura Sri Baduga. Ini adalah skema insentif bagi desa yang memiliki tata kelola dan kinerja pembangunan terbaik.

Tidak main-main, desa yang menyabet juara pertama dalam anugerah ini akan diganjar hadiah sebesar Rp9 miliar. Bahkan, tingkat kecamatan yang berprestasi pun mendapatkan suntikan dana hingga Rp200 juta.

“Ini insentif yang lumayan untuk memacu desa-desa agar berpacu di tahun depan. Juara ini akan kita langsungkan setiap tahun,” tambahnya.

Melalui perpaduan pembangunan infrastruktur dasar dan pemberian insentif prestasi, Jawa Barat mencoba membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang bagi kemajuan, melainkan tantangan untuk menciptakan manajemen pembangunan yang lebih efektif dan kompetitif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Sumbar Tunjuk PIC Khusus Percepat Pembangunan Kabupaten

28 Maret 2026 - 13:31 WIB

Sekdaprov Sumbar Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas, Penempatan Jabatan Gunakan Manajemen Talenta

28 Maret 2026 - 12:52 WIB

Dana Transfer Rp1,65 Triliun: Napas Baru Infrastruktur Desa Sumbar

27 Maret 2026 - 06:31 WIB

Mudik Sumbar 2026: Gubernur Pastikan Jalur Aman dan Nyaman

26 Maret 2026 - 15:10 WIB

Sidak Samsat: Gubernur Sumbar Sesalkan Warga Menunggu Tanpa Kepastian

26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Sinyal Penyelamat di Sitinjau Lauik: Merdeka Komunikasi Jalur Ekstrem

26 Maret 2026 - 10:44 WIB

Trending di PEMDA