Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 3 Jul 2025 11:02 WIB ·

Debu Proyek Tanggul Benenai Malaka Resahkan Pengguna Jalan


					Kondisi jalan raya hotmix Weliman-Rinhat yang tertimbun abu dan kerikil sertu gunung di wilayah desa Wesey Perbesar

Kondisi jalan raya hotmix Weliman-Rinhat yang tertimbun abu dan kerikil sertu gunung di wilayah desa Wesey

Malaka, NTT [DESA MERDEKA] Proyek peningkatan tanggul di sepanjang Kali Benenai, Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, menimbulkan keresahan di kalangan pengguna jalan raya hotmix Weliman-Biudukfoho. Peningkatan mobilitas dump truk pengangkut material sirtu gunung untuk memenuhi target kupon angkutan harian menyebabkan tumpukan debu dan kerikil berserakan di badan jalan sepanjang kurang lebih seratus meter di Desa Wesey, Kecamatan Weliman. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena membahayakan keselamatan pengendara.

Dus Klefas, seorang warga dari Kecamatan Rinhat, mengungkapkan ketidaknyamanannya saat melintasi jalur tersebut. Ia sering melakukan perjalanan dari Rinhat ke ibu kota Kabupaten Malaka dan sebaliknya. Menurutnya, jalanan yang menanjak dan tertutup debu serta kerikil sisa tumpahan material dari dump truk sangat licin, terutama saat hujan.

“Kami sudah tiga hari bolak-balik dari Rinhat ke Betun. Takut sekali karena tumpukan abu dan kerikil sirtu gunung menempel tebal di badan jalan. Apalagi di situ jalannya tanjakan, kalau hujan begini licin sekali, apalagi kalau kami dari Rinhat turun ke Betun untuk urusan di kabupaten,” ujar Dus melalui pesan WhatsApp pada Selasa (1/7/2025).

Dus tidak hanya menyampaikan keluhannya, tetapi juga mengirimkan foto dan video dokumentasi kondisi jalan raya Weliman-Rinhat. Ia menyayangkan pihak rekanan proyek terkesan membiarkan sisa material dari muatan sirtu yang melebihi kapasitas tumpah di jalan, sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

“Kami berharap persoalan ini bisa segera diatasi agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melewati wilayah Desa Wesey, yang menjadi titik angkut sirtu gunung,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka, Lorens Saba, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (2/7/2025), menyatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa terjadi. “Namanya juga mau mengerjakan sesuatu, pasti ada risikonya. Kerikil atau abu sirtu pasti saja tumpah di jalan,” ucap Lorens Saba.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM