Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 3 Jul 2025 11:02 WIB ·

Debu Proyek Tanggul Benenai Malaka Resahkan Pengguna Jalan


					Kondisi jalan raya hotmix Weliman-Rinhat yang tertimbun abu dan kerikil sertu gunung di wilayah desa Wesey Perbesar

Kondisi jalan raya hotmix Weliman-Rinhat yang tertimbun abu dan kerikil sertu gunung di wilayah desa Wesey

Malaka, NTT [DESA MERDEKA] Proyek peningkatan tanggul di sepanjang Kali Benenai, Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, menimbulkan keresahan di kalangan pengguna jalan raya hotmix Weliman-Biudukfoho. Peningkatan mobilitas dump truk pengangkut material sirtu gunung untuk memenuhi target kupon angkutan harian menyebabkan tumpukan debu dan kerikil berserakan di badan jalan sepanjang kurang lebih seratus meter di Desa Wesey, Kecamatan Weliman. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena membahayakan keselamatan pengendara.

Dus Klefas, seorang warga dari Kecamatan Rinhat, mengungkapkan ketidaknyamanannya saat melintasi jalur tersebut. Ia sering melakukan perjalanan dari Rinhat ke ibu kota Kabupaten Malaka dan sebaliknya. Menurutnya, jalanan yang menanjak dan tertutup debu serta kerikil sisa tumpahan material dari dump truk sangat licin, terutama saat hujan.

“Kami sudah tiga hari bolak-balik dari Rinhat ke Betun. Takut sekali karena tumpukan abu dan kerikil sirtu gunung menempel tebal di badan jalan. Apalagi di situ jalannya tanjakan, kalau hujan begini licin sekali, apalagi kalau kami dari Rinhat turun ke Betun untuk urusan di kabupaten,” ujar Dus melalui pesan WhatsApp pada Selasa (1/7/2025).

Dus tidak hanya menyampaikan keluhannya, tetapi juga mengirimkan foto dan video dokumentasi kondisi jalan raya Weliman-Rinhat. Ia menyayangkan pihak rekanan proyek terkesan membiarkan sisa material dari muatan sirtu yang melebihi kapasitas tumpah di jalan, sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

“Kami berharap persoalan ini bisa segera diatasi agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melewati wilayah Desa Wesey, yang menjadi titik angkut sirtu gunung,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka, Lorens Saba, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (2/7/2025), menyatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa terjadi. “Namanya juga mau mengerjakan sesuatu, pasti ada risikonya. Kerikil atau abu sirtu pasti saja tumpah di jalan,” ucap Lorens Saba.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hari Kedua Pendaftaran, Suparman Maju Calon BPD Dusun 2, Pendaftar Capai 12 Orang

24 April 2026 - 12:34 WIB

TP PKK Sumbar Lakukan Penilaian Lapangan Lomba Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi di Pasaman Barat

24 April 2026 - 10:46 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di RAGAM