Halmahera Selatan, [DESA MERDEKA] — Desa Ngute-Ngute, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menjadi contoh nyata bagaimana dana desa dapat menjadi katalisator bagi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi mendalam disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe Malut) bersama seluruh warga desa atas kepemimpinan visioner Kepala Desa Ngute-Ngute, Bapak Muin Abdurrahim. Dedikasi beliau sejak periode pertama hingga ketiga telah membawa perubahan signifikan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas utama.

Salah satu proyek monumental yang kini menjadi sorotan adalah pembangunan jembatan sepanjang kurang lebih 500 meter. Proyek strategis ini telah direncanakan sejak tahun 2019 dengan total anggaran awal sebesar Rp 400 juta. Menurut Kepala Desa Muin Abdurrahim, jembatan ini merupakan wujud nyata dari aspirasi masyarakat yang telah lama dinantikan. “Insya Allah, tahun 2025 ini jembatan tersebut dapat saya pastikan selesai dan berfungsi optimal bagi masyarakat,” ujarnya penuh optimisme.
Bapak Muin Abdurrahim juga menegaskan prinsip dasar dalam pengelolaan dana desa. Beliau menjelaskan bahwa saat menjabat sebagai Kepala Desa sebelum era dana desa, prioritas utama sudah pada kepentingan masyarakat. Kini, dengan adanya dana desa, komitmen tersebut semakin diperkuat. “Dana desa bukanlah hak kepala desa. Ini adalah hak masyarakat. Oleh karena itu, kita harus lebih fokus pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” tegas beliau, menunjukkan integritas dan komitmen terhadap amanah yang diemban. Prinsip ini menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan desa yang berpihak pada rakyat.

Hasil investigasi dari Divisi Investigasi LSM-KANe Malut, Merson Siang, menunjukkan bahwa progres pembangunan jembatan Desa Ngute-Ngute telah mencapai 80%. LSM-KANe Malut memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kepala Desa Muin Abdurrahim.
Merson Siang menambahkan, “Fakta bahwa Bapak Muin Abdurrahim telah menjabat selama tiga periode menunjukkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat yang tak tergoyahkan kepada beliau untuk memimpin desa ini.” Kepercayaan ini tentu tidak lepas dari rekam jejak beliau dalam mewujudkan kemajuan desa melalui program-program pembangunan yang berlandaskan kebutuhan riil masyarakat.
Kepala Desa Muin Abdurrahim juga merinci bahwa pembangunan jembatan ini dibiayai sepenuhnya melalui Dana Desa (DD) tahun 2019 sebesar Rp 400 juta. Meskipun target penyelesaian awal adalah tahun 2025, beliau optimis proyek ini dapat terlaksana dengan baik mengingat alokasi anggaran telah dianggarkan secara berkelanjutan. Beliau menambahkan bahwa estimasi total biaya pembangunan jembatan sepanjang 500 meter ini dapat mencapai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta, yang menunjukkan besarnya skala proyek dan komitmen untuk menyelesaikannya.
Pembangunan jembatan ini tidak hanya akan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang, tetapi juga membuka akses ke berbagai potensi ekonomi di sekitar desa. Ini adalah bukti konkret bagaimana dana desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa.
Kisah Desa Ngute-Ngute menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia, menunjukkan bahwa dengan pengelolaan dana desa yang transparan dan berpihak pada rakyat, pembangunan desa yang berkelanjutan dan kemajuan desa yang signifikan bukanlah sekadar impian, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.