Kota Langsa [DESA MERDEKA] – Dana desa dari 66 gampong di Kota Langsa dikabarkan terkuras hingga mendekati Rp 1 miliar demi mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini, yang diselenggarakan oleh lembaga Senantiasa Benderang Gemilang Indonesia, berlangsung di Pakside Petro Gayo Hotel, Aceh Tengah, dimulai pada Senin, 30 Juni 2025.
Menurut salah seorang Keuchik di Langsa yang enggan disebutkan namanya, setiap desa diminta mengirimkan dua peserta, yaitu Keuchik dan Ketua TP PKK Gampong. Biaya yang dibebankan pun tidak sedikit, mencapai Rp 7 juta per peserta, atau total Rp 14 juta per desa. Dengan jumlah desa di Langsa yang mencapai 66 gampong, total anggaran yang terkuras mencapai Rp 924 juta, seluruhnya bersumber dari dana desa.
“Iya, pembukaan Bimtek hari Senin, 30 Juni 2025, kegiatan di Takengon,” ujar Keuchik tersebut saat dikonfirmasi AJNN.
Biaya fantastis untuk pelatihan singkat ini sontak menuai pertanyaan publik. Terutama, soal urgensi, efektivitas, dan transparansi penggunaan dana desa. Banyak pihak mempertanyakan apakah kegiatan semacam ini benar-benar memberikan dampak langsung terhadap pembangunan gampong, atau hanya sekadar formalitas yang menguras anggaran masyarakat.
Kritik terhadap kegiatan Bimtek yang menghabiskan banyak anggaran bukan hal baru. Seringkali, kegiatan semacam ini dianggap sebagai pemborosan, terutama jika tidak disertai dengan evaluasi manfaat yang jelas dan pelaporan yang akuntabel kepada masyarakat. Transparansi dalam pengelolaan dana desa menjadi kunci untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan warga.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Lembaga Senantiasa Benderang Gemilang Indonesia, Eddy Mukhti, belum memberikan tanggapan terkait konfirmasi yang dilayangkan oleh media melalui pesan WhatsApp. Publik menantikan penjelasan lebih lanjut mengenai urgensi dan dampak positif Bimtek ini terhadap pembangunan gampong di Kota Langsa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.