Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 11 Mar 2026 17:22 WIB ·

Baru 55 Desa di Grobogan Cairkan Dana Desa 2026


					Baru 55 Desa di Grobogan Cairkan Dana Desa 2026 Perbesar

Grobogan, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Anggaran besar sudah di depan mata, namun birokrasi masih menjadi “rem” bagi ratusan desa di Kabupaten Grobogan. Hingga 9 Maret 2026, tercatat baru 55 desa yang berhasil mencairkan Dana Desa (DD) tahap awal. Sementara itu, ratusan desa lainnya masih terjebak dalam tumpukan berkas administrasi yang belum tuntas.

Kasi Pembangunan Desa Dispermades Grobogan, Sih Maryati, mengungkapkan bahwa proses pencairan sebenarnya telah dibuka sejak akhir Februari. Namun, mayoritas pemerintah desa belum bisa menyentuh anggaran tersebut karena belum merampungkan dokumen krusial seperti Peraturan Desa (Perdes) 2026 dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan tahun 2025.

MONEV: Tim pembangunan desa saat melakukan monitoring dan evaluasi dana desa (DD). (Image courtesy: RADARPATI.ID)

Administrasi Jadi Penghambat Pembangunan
Keterlambatan ini bukan sekadar masalah kertas, melainkan ancaman bagi roda ekonomi warga. Dana Desa merupakan “napas” bagi pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan di tingkat akar rumput. Selama berkas belum lengkap, rencana pembangunan yang telah disusun hanya akan menjadi catatan di atas meja.

Dispermades Grobogan kini memberikan peringatan keras dan mendorong pemerintah desa untuk segera melakukan akselerasi. Targetnya, seluruh desa harus sudah menyelesaikan pengajuan maksimal pada akhir Maret ini agar penyaluran anggaran bisa berjalan merata dan tidak terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun.

Siasat Percepatan di Tingkat Desa
Bagi desa yang sudah cair, mereka kini memiliki keunggulan waktu untuk memulai program lebih awal, terutama menjelang kebutuhan anggaran sosial yang biasanya meningkat di pertengahan tahun. Bagi yang belum, sinergi antara perangkat desa sangat dibutuhkan untuk membedah hambatan laporan kegiatan tahun lalu yang seringkali menjadi batu sandungan utama.

Pemerintah Kabupaten berharap pemerintah desa tidak hanya mengejar pencairan, tetapi juga menjaga kualitas laporan. Dengan mulai mengalirnya dana di beberapa titik, diharapkan terjadi efek domino bagi pembangunan Grobogan yang lebih cepat dan transparan pada tahun anggaran 2026 ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stop Studi Tiru: Akpersi Jabar Desak Pj Bupati Bekasi

26 Maret 2026 - 13:09 WIB

Desa Kawu Ngawi Rombak Anggaran Demi Kebutuhan Riil Warga

24 Maret 2026 - 19:06 WIB

Pilhut Pineleng Dua 2026: Sjerly Lumi Pimpin Sebelas Penjaga Demokrasi

24 Maret 2026 - 17:26 WIB

Sjerly Lumi Jamin Pilhut Pineleng Dua Bebas Main Mata

24 Maret 2026 - 17:07 WIB

Peci Merah Asep Maulana: Harapan Baru Warga Rancasari

24 Maret 2026 - 13:15 WIB

Limbah Daging Jadi Cuan: Rahasia “Berlian” Desa Darmasaba

24 Maret 2026 - 12:15 WIB

Trending di DESA