Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 25 Jan 2024 14:56 WIB ·

Pelantikan KPPS Bone Bolango Ricuh karena Edaran Kontroversial


					Pelantikan KPPS Bone Bolango Ricuh karena Edaran Kontroversial Perbesar

Bone Bolango [DESA MERDEKA] – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone Bolango menggelar pelantikan serentak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh desa pada Kamis, 25 Januari 2024. Akan tetapi, sebuah insiden berupa edaran yang beredar melalui WhatsApp dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango menimbulkan kegaduhan di tengah proses pelantikan.

Adapun isi edaran tersebut melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kontrak atau honorer untuk menjadi penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan, kelurahan/desa, maupun KPPS. Edaran itu juga menekankan bahwa proses pembelajaran tidak boleh ditinggalkan. Bagi ASN dan tenaga kontrak/honorer yang telah terlanjur menjadi anggota KPPS diminta untuk mengundurkan diri. Jika tetap memilih menjadi penyelenggara Pemilu, ASN tidak akan menerima tunjangan, sementara tenaga kontrak/honorer tidak akan menerima honor.

Akibat edaran tersebut, sejumlah anggota KPPS yang berasal dari unsur ASN, tenaga kontrak, dan tenaga honorer tidak mengikuti prosesi pelantikan. Bahkan, mereka mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari KPPS jika edaran tersebut benar adanya.

Ketua DPD KNPI Bone Bolango, Opan Kidamu, menyayangkan adanya oknum yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan. Ia mengingatkan bahwa dinas merupakan bagian dari pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Merlan S. Uloli. Opan Kidamu berharap tidak ada indikasi yang dapat mencederai demokrasi di bawah kepemimpinan Bupati Bone Bolango. Ia juga menyoroti Surat Edaran Kemendagri Nomor 900.1.9/9095.SJ, khususnya poin tiga, yang menurutnya sudah sangat jelas mengatur hal terkait penyelenggaraan Pemilu.

Lebih lanjut, Opan Kidamu menyarankan agar Dinas Pendidikan memperbanyak forum diskusi kelompok (FGD) informal dengan penyelenggara Pemilu. Menurutnya, penyelenggara Pemilu merupakan bagian penting dalam menyukseskan Pemilu tahun 2024.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 137 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dilema Fiskal Malaka di Tengah Klaim Program Miliaran

27 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Menembus Tembok Parlemen: Ikhtiar Politik Perempuan Minang

15 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Mengapa Plh Kades Dukuh Subang Tebar Peringatan Netralitas?

8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Gelombang Gen Z Guncang Benteng Petahana Desa Tamansari

20 September 2026 - 18:26 WIB

Peta Senyap di Karanghaur: Menakar Realitas Politik Panggung Desa

16 September 2026 - 16:15 WIB

Kas Provinsi Seret, Pemprov Sumbar Sabet Retribusi Surfing Mentawai

15 September 2026 - 19:48 WIB

Trending di POLITIK