Tabalong, kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Hilir mudik petani di Desa Kasiau Raya, Desa Wirang, dan Desa Simpung Layung pekan ini terasa berbeda. Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, baru saja membuktikan bahwa kedaulatan pangan nasional justru dimulai dari peluh petani di tingkat desa. Lewat panen raya serentak kuartal kedua tahun 2026, tiga desa ini berhasil menyumbang produksi total hingga 8 ton jagung pakan berkualitas.
Sudut pandang menariknya, ketahanan pangan di sini bukan lagi sekadar urusan cangkul dan pupuk di ladang. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keroyokan yang rapi antara Polres Tabalong, Pemerintah Kabupaten, dan para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Di Desa Kasiau Raya misalnya, lahan seluas satu hektare yang dikelola Gapoktan Bina Usaha mampu menghasilkan 2 ton jagung pakan. Ketua Gapoktan Bina Usaha, Joko Syamsudin, mengungkapkan bahwa kunci produktivitas ini ada pada kepastian dukungan hulu ke hilir. Dinas terkait menyokong penuh kebutuhan mendasar petani, mulai dari bantuan bibit, pupuk, herbisida, hingga akses permodalan.
Kepastian ekonomi pun didapat setelah masa tunggu panen selama 115 hari. Para petani tidak perlu lagi menduga-duga harga pasar atau terjebak permainan tengkulak. Jagung pakan hasil panen mereka langsung diserap oleh Bulog dengan harga yang sehat dan pasti, yakni Rp6.400 per kilogram.
“Budidaya jagung pakan ini untuk memotivasi anggota kelompok tani lain agar ikut mendukung peningkatan swasembada pangan,” ujar Joko.
Langkah taktis di level desa ini ternyata bergema hingga ke pusat. Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J bersama Wakil Bupati H Habib Muhammad Taufani Alkaf, meninjau langsung ladang subur di Kasiau Raya. Momentum lokal ini tersambung langsung dalam jaringan (daring) bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Gerakan dari ladang-ladang di Tabalong ini menjadi bagian dari agenda besar nasional. Bersamaan dengan panen raya tersebut, dilakukan pula peletakan batu pertama (ground breaking) 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran 166 Sarana Prasarana Pendukung Ketahanan Pangan (SPPG) Polri tahun 2026 yang berpusat di Tuban, Jawa Timur. Desa kini bukan lagi objek, melainkan motor utama sabuk pangan Indonesia.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.