Jeneponto, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Sebanyak 173 santri Taman Kanak-kanak/Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA/TPA) di wilayah Kecamatan Bangkala mengikuti ujian munaqasah massal di Masjid Besar Allu. Evaluasi akhir pembelajaran yang digelar oleh DPK BKPRMI Kecamatan Bangkala ini menjadi langkah strategis untuk membentengi moral dan mencetak generasi muda desa yang religius di tengah tantangan zaman.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan pengurus daerah. Kehadiran perwakilan pemerintah, Uud Panca, S.Sos., M.M, menegaskan bahwa pembangunan karakter spiritual anak-anak di tingkat akar rumput merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah.
Sinergi Orang Tua dan Guru Mengawal Literasi Qur’ani
Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Bangkala, Syamsuriati, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ustadz, ustadzah, serta orang tua santri. Menurutnya, konsistensi kolaborasi antara keluarga dan pengajar di desa adalah kunci utama keberhasilan pembinaan generasi yang cinta Al-Qur’an.
Motivasi ekstra juga datang dari perwakilan DPD BKPRMI Kabupaten Jeneponto, Abd. Kudratullah, S.Pd., M.Pd. Ia mendorong para santri pasca-munaqasah ini tidak berhenti belajar, melainkan terus meningkatkan kemampuan membaca serta mendalami pemahaman kandungan ayat suci sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Mencetak Pemimpin Masa Depan Berakhlak Mulia
Pelaksanaan ujian akhir yang berjalan tertib dan penuh semangat ini merefleksikan komitmen bersama masyarakat Bangkala. Melalui sistem evaluasi yang terstruktur, kualitas pendidikan Al-Qur’an di tingkat TKA/TPA desa dapat terus terjaga dan terukur mutunya.
Ujian munaqasah ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan sebuah gerakan pemenuhan hak pendidikan karakter anak. Dengan melahirkan 173 lulusan baru yang berakhlak mulia, Kecamatan Bangkala secara tidak langsung sedang mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan desa yang tangguh dan siap menjaga nilai-nilai luhur bangsa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.