Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 12 Mar 2026 01:05 WIB ·

Strategi Andra Soni: Sulap Desa Banten Jadi Pusat Ekonomi


					Gubernur Andra Soni bersama perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Gedung Negara Provinsi Banten. Foto : Humas Pemprov Perbesar

Gubernur Andra Soni bersama perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Gedung Negara Provinsi Banten. Foto : Humas Pemprov

Serang, Banten [DESA MERDEKA] Membangun dari pinggiran bukan lagi sekadar slogan di Provinsi Banten. Pembangunan desa kini ditetapkan sebagai panglima utama Pemerintah Provinsi Banten untuk memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan. Fokus ini ditegaskan oleh Andra Soni dalam pertemuan strategis bersama para kepala desa di Gedung Negara Provinsi Banten, Selasa (10/3/2026).

Andra menilai, selama ini desa sering terjepit antara beban administrasi yang tinggi dan anggaran yang terbatas. Akibatnya, infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi terbengkalai, yang kemudian memicu arus urbanisasi besar-besaran ke kota. Untuk menghentikan tren ini, Pemprov Banten menyelaraskan kebijakan daerah dengan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Infrastruktur dan Pendidikan: Amunisi Melawan Urbanisasi
Salah satu terobosan yang menjadi sorotan adalah program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau “Bang Andra”. Hingga saat ini, tercatat sekitar 2.000 usulan pembangunan jalan desa telah masuk ke meja Pemprov. Langkah ini diambil karena konektivitas adalah kunci utama agar potensi pariwisata dan hasil bumi desa bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

Tak hanya fisik, aspek sumber daya manusia juga disentuh lewat program Satu Desa Satu Sarjana serta pemberian akses sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta. Dengan mencetak sarjana di setiap desa, diharapkan muncul inovator-inovator lokal yang mampu mengelola potensi ekonomi desa secara profesional tanpa harus hijrah ke ibu kota.

Peningkatan Dana Desa untuk UMKM dan Wisata
Keberpihakan anggaran dibuktikan dengan kenaikan bantuan keuangan desa dari Rp100 juta menjadi Rp120 juta per desa. Meski terlihat sederhana, bagi para kepala desa, kenaikan ini adalah napas baru untuk menggerakkan sektor riil.

Kepala Desa Bojong Menteng, Ajat Sudrajat, menyebutkan bahwa dukungan ini sangat krusial bagi wilayahnya yang merupakan pintu masuk kawasan wisata Baduy. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur pendukung UMKM dan kenyamanan wisatawan. “Kami ingin desa berkembang karena potensinya memang besar, baik dari pariwisata maupun ekonomi kreatif,” pungkas Andra.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA