Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 8 Feb 2026 11:31 WIB ·

Gerindra Malaka Tanam “Benteng Hidup” di Hutan Lindung Wemer


					Penanaman Simbolis anakan Asam oleh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten Malaka Benny Chandra di wilayah hutan lindung Wemer, (Foto Istimewa) Perbesar

Penanaman Simbolis anakan Asam oleh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten Malaka Benny Chandra di wilayah hutan lindung Wemer, (Foto Istimewa)

Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Krisis lingkungan di kawasan hutan lindung Wemer dan ancaman banjir di bantaran sungai Malaka kini mendapat penawar alami. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka melakukan aksi “sabuk hijau” dengan menanam ribuan anakan asam dan bambu sebagai solusi jangka panjang mitigasi bencana, Sabtu (7/2/2026).

Langkah kolaboratif bersama UPTD KPH Belu–Malaka ini bukan sekadar seremoni. Penanaman difokuskan pada dua titik kritis: rehabilitasi vegetasi di Hutan Lindung Wemer untuk menahan longsor, serta penanaman bambu di Desa Naimana guna memperkuat tanggul sungai yang kerap jebol.

“Kami ingin hadir dengan solusi nyata. Penanaman anakan asam di Wemer bertujuan membuka kembali akses jalan yang sempat lumpuh akibat longsor, sementara bambu di Naimana akan menjadi ‘benteng hidup’ penahan banjir,” tegas Ketua DPC Gerindra Malaka, Benny Chandradinata.

Mitigasi Bencana dan Pemulihan Ekonomi
Kerusakan di Hutan Wemer selama ini menjadi momok bagi mobilitas warga karena memutus jalur utama penghubung Kabupaten Malaka dengan Belu dan TTU. Dengan sistem perakaran asam yang kuat, struktur tanah diharapkan kembali stabil sehingga infrastruktur jalan di atasnya tidak lagi rawan tergerus.

Di sisi lain, pemilihan bambu untuk wilayah Desa Naimana didasarkan pada kemampuan ekologis tanaman tersebut dalam mencengkeram tanah di pinggir sungai. Upaya ini diharapkan mampu melindungi lahan pertanian dan permukiman warga dari ancaman luapan air yang selama ini merugikan masyarakat perbatasan.

Pose bersama DPC Partai Gerindra, Relawan dan dinas Kehutanan Malaka.

Mendorong Transformasi Hutan Produksi
Tak hanya aksi fisik, Benny Chandradinata yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT, membawa wacana strategis terkait tata kelola hutan. Ia berkomitmen mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang status sejumlah kawasan hutan lindung agar bisa dialihfungsikan menjadi hutan produksi.

“Kami akan perjuangkan alih fungsi hutan di beberapa titik, seperti di Desa Naet (Rinhat) dan Kabupaten TTS. Tujuannya agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan secara produktif tanpa merusak fungsi ekologis hutan,” tambahnya.

Aksi ini membuktikan bahwa partai politik bisa mengambil peran strategis sebagai penggerak pemulihan lingkungan yang berdampak langsung pada ketahanan infrastruktur daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Saat Sirene Pemilu Padam, Advokasi Kaum Akar Rumput Menyala

30 Juli 2026 - 22:23 WIB

PDI-P Dorong Ronaldo Asury Maju Pilkada Malaka 2030

26 Juli 2026 - 14:23 WIB

Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari

19 Juli 2026 - 21:50 WIB

Jen Natalia Fokus Pemberdayaan Masyarakat Malaka

23 Mei 2026 - 08:57 WIB

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Trending di POLITIK