Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 3 Feb 2026 16:22 WIB ·

Mahyeldi Jadikan Rakornas Sentul Panggung Suara Darurat Bencana Sumbar


					Mahyeldi Jadikan Rakornas Sentul Panggung Suara Darurat Bencana Sumbar Perbesar

Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Di hadapan ribuan pejabat pusat dan daerah, Mahyeldi memanfaatkan momentum ini sebagai “jalur tol” untuk memastikan isu krusial daerah—khususnya penanganan bencana di Sumbar—tetap menjadi prioritas dalam agenda nasional.

Berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), Rakornas ini dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Bagi Mahyeldi, forum ini adalah ruang strategis untuk menyinkronkan gerak langkah pemerintah daerah dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

“Rakornas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah. Kami ingin memastikan kebutuhan daerah, termasuk penanganan bencana, terus dikawal dan disinergikan dengan kebijakan nasional,” tegas Mahyeldi di sela-sela acara.

Bencana dan Ketahanan: Bukan Sekadar Angka
Sudut pandang menarik yang dibawa Mahyeldi adalah posisi daerah sebagai “ujung tombak” ketahanan nasional. Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika daerah masih berjuang sendirian menghadapi kerentanan geografis. Sinergi pusat-daerah harus berwujud pada dukungan nyata bagi wilayah-wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi seperti Sumatera Barat.

Implementasi program prioritas Presiden hanya bisa berjalan efektif jika kondisi spesifik setiap provinsi dipahami secara mendalam oleh pemerintah pusat. Mahyeldi optimistis, dengan koordinasi lintas pemerintahan yang lebih cair, pembangunan akan terasa lebih terarah dan berkelanjutan.

Sinergi Forkopimda Menuju 2045
Forum yang dihadiri oleh seluruh elemen Forkopimda se-Indonesia ini menjadi wadah penyamaan frekuensi. Mahyeldi menilai, kebersamaan antara eksekutif pusat, daerah, dan unsur pengamanan adalah kunci stabilitas pembangunan.

“Dengan kebersamaan ini, kami yakin visi Indonesia Emas 2045 dapat berjalan lebih cepat. Sinergi adalah kunci utama untuk mewujudkannya,” pungkas Gubernur yang akrab disapa Buya ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA