Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 30 Jan 2026 08:08 WIB ·

Sumatera Barat Rancang Blueprint Pemulihan Bencana Paling Terintegrasi Nasional


					Sumatera Barat Rancang Blueprint Pemulihan Bencana Paling Terintegrasi Nasional Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat tidak lagi hanya ingin menjadi daerah yang sekadar “bertahan” dari bencana, melainkan berambisi menjadi standar nasional dalam manajemen pemulihan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi membuka Konsultasi Publik Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) di Padang, Kamis (29/1/2026).

Langkah ini merupakan lompatan besar untuk mengakhiri pola penanganan bencana yang selama ini sering bersifat parsial atau sektoral. Dengan dokumen Renduk PRRP yang disusun bersama Kementerian PPN/Bappenas, Sumbar menargetkan pemulihan yang tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi dan sosial yang lebih tangguh dari sebelum bencana terjadi.

“Penanganan pascabencana di Sumbar tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama yang terkotak-kotak. Kita menghadapi risiko kompleks mulai dari sesar aktif hingga ancaman megathrust. Maka, pemulihannya pun harus terintegrasi secara utuh,” tegas Mahyeldi.

Sinkronisasi Data: Kunci Efektivitas Anggaran
Salah satu poin out of the box dalam forum ini adalah penekanan pada validasi data tunggal. Mahyeldi ingin memastikan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah disusun kabupaten/kota sinkron 100% dengan kebijakan pusat melalui BNPB.

Sinkronisasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tumpang tindih anggaran dan program. Dengan data kerusakan dan kerugian yang tervalidasi, proses rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, bermartabat, dan tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Membangun Kembali dengan Prinsip Pengurangan Risiko
Sumatera Barat kini menerapkan prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable. Strategi pemulihan diarahkan pada empat pilar utama:

  • Pemulihan Berbasis Pengurangan Risiko: Pembangunan infrastruktur baru harus mempertimbangkan analisis zona rawan bencana terbaru.
  • Pemulihan Sosial-Ekonomi: Memastikan mata pencaharian warga kembali berdenyut melalui program padat karya dan bantuan usaha.
  • Penguatan Kelembagaan: Memperkuat koordinasi lintas level pemerintahan (Provinsi, Kabupaten, dan Pusat).
  • Kolaborasi Multipihak: Melibatkan akademisi, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengawasan pembangunan.

Gubernur berharap, model integrasi yang sedang digodok di Sumbar ini bisa menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia dalam meminimalisir potensi risiko di masa depan. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap investasi pembangunan pascabencana benar-benar menjadi investasi keamanan bagi generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kawal Transisi Desa, Camat Pebayuran Kumpulkan Pj Kades

29 September 2026 - 11:51 WIB

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Trending di KABAR PEMDA