Pesisir Selatan, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Selama ini, hasil laut Nagari Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, identik dengan penjualan ikan segar yang harganya fluktuatif. Namun, sebuah terobosan lahir dari tangan mahasiswa KKN Tematik Pariwisata Politeknik Negeri Padang (PNP). Mereka mengubah persepsi masyarakat dengan memperkenalkan Dendeng Ikan, sebuah produk inovasi yang diproyeksikan menjadi “buah tangan wajib” bagi wisatawan di Pesisir Selatan.
Digelar di Kantor Wali Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia, Rabu (29/10/2025), kegiatan demo masak ini bukan sekadar urusan dapur. Ini adalah strategi manajemen destinasi untuk meningkatkan nilai tambah (added value) hasil laut. Lebih dari 60 anggota PKK dan warga setempat antusias mempelajari teknik pengolahan ikan agar memiliki daya simpan lama tanpa menghilangkan cita rasa premiumnya.
Mengubah Komoditas Menjadi Identitas
Sudut pandang utama dari program ini adalah kemandirian. Mahasiswa KKN-TV PNP menekankan bahwa untuk menjadi desa wisata yang tangguh, masyarakat tidak boleh bergantung pada penjualan bahan mentah. Dengan mengubah ikan menjadi dendeng, warga memiliki kontrol lebih besar atas harga jual dan target pasar.
“Kami ingin masyarakat mampu menciptakan identitas kuliner baru. Ikan tidak hanya digoreng atau dijual ke pasar, tapi diolah menjadi oleh-oleh eksklusif yang bisa dibawa pulang wisatawan hingga ke luar daerah,” ujar perwakilan dari 14 mahasiswa KKN-TV PNP tersebut.

Pendampingan Akademis untuk Standar Global
Inovasi ini tidak lahir secara instan. Empat dosen pendamping lapangan (DPL) dari Prodi D4 Destinasi Pariwisata PNP, yakni Primadona, Windy Della Sari, Alfatah Haries, dan Wedar Pahala Lingga, turut turun tangan. Kehadiran para akademisi ini memastikan bahwa dendeng ikan yang diproduksi memenuhi standar kualitas pariwisata, mulai dari pemilihan bahan baku yang higienis hingga teknik memasak yang presisi.
Bukan Sekadar Masak, Tapi Membangun Brand
Pasca-demo masak, rencana besar telah disusun. Tim KKN-TV PNP tidak meninggalkan warga begitu saja. Langkah selanjutnya adalah fokus pada pengemasan produk (packaging) dan strategi pemasaran digital (digital marketing). Tujuannya jelas: membuat dendeng ikan Sungai Nyalo terlihat menarik secara visual dan mudah ditemukan di platform e-commerce.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi akademisi dan masyarakat dapat menciptakan solusi ekonomi yang konkret. Nagari Sungai Nyalo kini tidak hanya menawarkan keindahan pantai, tetapi juga rasa yang tak terlupakan melalui sepotong dendeng ikan.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.