Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 16 Jan 2026 12:29 WIB ·

Bukan Sekadar Seremonial, Sekda Sumbar Kawal Langsung Normalisasi Sungai


					Bukan Sekadar Seremonial, Sekda Sumbar Kawal Langsung Normalisasi Sungai Perbesar

Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok kini memasuki babak baru yang lebih taktis. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak lagi hanya fokus pada distribusi logistik, melainkan mulai memprioritaskan “kedaulatan aliran sungai” untuk mencegah bencana berulang di masa depan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov), Arry Yuswandi, melakukan inspeksi mendalam ke titik krusial di Nagari Paninggahan dan Muara Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kamis (15/1/2026). Peninjauan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan langkah teknis untuk memastikan normalisasi sungai berjalan presisi guna melindungi pemukiman warga dari ancaman luapan air susulan.

Strategi Kembalikan “Bahu Sungai”
Sudut pandang menarik dalam penanganan kali ini adalah fokus pada pemulihan geometri sungai. Arry Yuswandi menegaskan bahwa pengerukan sedimen hanyalah satu bagian, sementara target utamanya adalah mengembalikan aliran air ke jalur aslinya serta membentuk kembali bahu sungai yang rusak akibat hantaman material bencana.

“Fokus kita adalah mengembalikan aliran ke titik semula dan memastikan bahu sungai terbentuk lagi. Pengerukan sedimen terus berjalan agar jika debit air naik, pemukiman masyarakat tetap aman,” jelas Arry di sela dialog dengan warga setempat.

Dari Dapur Umum hingga Lahan Pertanian
Selain memastikan keamanan infrastruktur air, Pemerintah Provinsi juga menunjukkan kepedulian pada kemandirian logistik rumah tangga. Arry menyerahkan bantuan berupa 25 unit rice cooker dan 100 unit kompor gas kepada masyarakat terdampak. Pilihan bantuan ini dinilai sangat praktis karena langsung menyasar kebutuhan dasar warga untuk memasak secara mandiri di masa pemulihan.

Sebelum mendarat di Junjung Sirih, agenda Sekdaprov diawali dengan langkah strategis di sektor ketahanan pangan. Bersama Kementerian Pertanian, dilakukan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah di Nagari Selayo. Ini menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan ekonomi petani menjadi prioritas sejajar dengan perbaikan infrastruktur.

Sinergi Lintas Sektor
Wakil Bupati Solok, H. Candra, mengapresiasi gerak cepat pemerintah provinsi yang turun langsung ke lapangan. Sinergi ini diperkuat dengan kehadiran Biro Adpim Sumbar dan BPBD Kabupaten Solok guna memastikan koordinasi antara perencanaan di meja kerja dan eksekusi di lapangan tidak terputus.

Langkah taktis ini diharapkan menjadi cetak biru bagi daerah lain di Sumatera Barat dalam menghadapi tantangan bencana serupa: tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi memperbaiki akar masalah lingkungan agar masyarakat bisa tidur nyenyak meskipun hujan turun deras.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Cetak Miliarder Digital Desa Lewat Nagari Creative Hub Sumbar

25 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Diaspora Membangun Nagari Jadi Strategi Resmi Sumbar

24 Mei 2026 - 19:33 WIB

Trending di PEMDA