Bengkulu [DESA MERDEKA] – Layanan ambulans gratis milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali menunjukkan cakupan manfaatnya yang luas, bahkan menjangkau hingga ke luar provinsi. Pada Sabtu, 2 Januari 2021, ambulans cuma-cuma tersebut menempuh perjalanan jauh untuk mengantarkan jenazah almarhum Rahmad Hamdani ke kampung halamannya di Desa Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Inisiatif layanan kesehatan ini, yang awalnya dikhususkan untuk warga kurang mampu di Kota Bengkulu, kini telah meluas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di luar batas administrasi kota hingga provinsi tetangga. Peristiwa pengantaran jenazah ke Desa Taluak ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Bengkulu dalam menebar kebaikan dan memberikan fasilitas kesehatan yang inklusif tanpa sekat wilayah.
Perjalanan 14 Jam Demi Layanan Kemanusiaan
Rully, sopir ambulans gratis Pemkot Bengkulu yang bertugas mengantar jenazah, menceritakan perjalanan panjang tersebut. Jenazah almarhum Rahmad Hamdani diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu. Untuk sampai ke tujuan di Desa Taluak IV Suku, Kabupaten Agam, perjalanan darat memakan waktu yang cukup lama.
“Alhamdulillah, Pemkot terus menebarkan kebaikan dengan membantu warga dari luar Kota Bengkulu. Sebagai sopir ambulans gratis, saya sangat senang dapat membantu masyarakat, baik itu dari Kota dan Provinsi Bengkulu maupun Provinsi tetangga,” ujar Rully, dikutip dari laman resmi mediacenter.bengkulukota.go.id.
Perjalanan yang ditempuh kurang lebih selama 14 jam tersebut akhirnya sampai di kediaman keluarga almarhum di Desa Taluak pada Minggu, 3 Januari 2021. Momen ini disambut dengan rasa syukur dan ucapan terima kasih mendalam dari pihak keluarga.
“Jenazah telah tiba di Sumbar dengan selamat. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Pemkot Bengkulu yang telah menyediakan fasilitas ambulans gratis ini,” tutup Rully.
Layanan Inklusif Tanpa Batas Wilayah
Penggunaan ambulans gratis Pemkot Bengkulu oleh warga Desa Taluak, Agam, menegaskan bahwa layanan publik yang berbasis kemanusiaan dapat melampaui batas-batas birokrasi dan administrasi. Meskipun fasilitas ini sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah Kota Bengkulu untuk warganya, kebijakan pelayanan yang fleksibel memungkinkan masyarakat di berbagai daerah dapat memanfaatkan fasilitas ini, terutama bagi mereka yang membutuhkan atau kurang mampu.
Keberadaan ambulans gratis ini sangat vital dalam membantu mobilitas kesehatan masyarakat. Dengan adanya layanan ini, beban biaya transportasi jenazah atau pasien yang biasanya tinggi, terutama untuk perjalanan lintas provinsi seperti ke Desa Taluak di Agam, dapat ditiadakan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kisah pengantaran jenazah ke Ranah Minang ini menjadi salah satu dari sekian banyak cerita tentang manfaat nyata program ini.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.