Ternate [DESA MERDEKA] – Bidang Pendidikan dan Pelatihan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Minangkabau (DPD IKM) Kota Ternate baru saja menorehkan catatan penting dengan sukses menyelenggarakan Kelas Public Speaking pada Minggu, 29 Juni 2025. Bertempat di Gedung Museum Rempah-Rempah Benteng Oranye yang sarat sejarah, kelas ini secara khusus ditujukan bagi remaja Minang di Ternate, membekali mereka dengan keterampilan komunikasi yang esensial di tengah dinamika zaman.

Antusiasme peserta begitu terasa sejak pagi pukul 09.00 hingga sore pukul 17.00 WIT. Kelas Public Speaking ini dimentori oleh Syafridhani Sabirin, seorang praktisi broadcasting berpengalaman. Materi yang disajikan dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan komunikasi para remaja, sebuah bekal vital yang tak hanya relevan untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga untuk masa depan karier.

Rinto Taib, M.Si., Kepala Museum Rempah-Rempah Kota Ternate sekaligus Kepala Museum Sejarah Ternate, turut memberikan apresiasi tinggi kepada DPD IKM Kota Ternate, khususnya Bidang Pendidikan dan Pelatihan, atas gagasan kreatif ini. “Program kelas public speaking seperti ini memiliki dampak edukatif sekaligus menginspirasi generasi muda Minang, khususnya yang ada di Kota Ternate, untuk mengasah potensi diri, mengembangkan, dan ikut mendorong semangat serta kreativitas dalam menjawab peluang dan tantangan di era transformasi digital yang menggeliat saat ini,” ujar Rinto.

Ia melanjutkan, Ternate sebagai kota rempah memiliki jejak kesejarahan yang panjang sejak era pra-kolonial, yang telah mengantarkan negeri ini sebagai jalur perdagangan rempah dunia global. Menurut Rinto, selain kekayaan alamnya, kebudayaan masyarakat Ternate juga merupakan investasi dan harapan yang dapat dieksplorasi lebih jauh oleh generasi muda sebagai peluang masa depan yang menjanjikan. Dengan bekal public speaking yang diperoleh dari kegiatan semacam ini, mereka dapat berkarya di berbagai profesi dan bidang, seperti konten kreator, jurnalis, dan profesi lain yang relevan.

“Ternate sebagai kota inklusif telah terbuka sejak dahulu sehingga warganya berasal dari berbagai suku bangsa di Nusantara, termasuk Minangkabau, Palembang, Jawa, Bugis, dan lain sebagainya. Hal demikian menjadi narasi yang kaya makna secara budaya untuk digali dan dikembangkan oleh generasi muda yang pada kesempatan ini sedang membekali skill tentang public speaking,” tambah Rinto.

Rinto berharap para generasi muda Minang dapat mempelajari berbagai unsur budaya, baik benda maupun tak benda, yang ada di negeri ini. Dengan kemampuan public speaking yang telah dibekali, diharapkan mereka mampu mengembangkan dan menyampaikannya melalui berbagai platform digital. Inisiatif DPD IKM ini menjadi jembatan bagi generasi muda Minang untuk tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menjadi duta yang fasih dalam menyampaikan narasi kekayaan Ternate di panggung global, seiring dengan jejak rempah yang telah mendunia sejak lama. Kelas ini membuktikan bahwa keterampilan komunikasi adalah kunci untuk membuka potensi tak terbatas di kota bersejarah ini.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.