Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 24 Des 2025 18:51 WIB ·

Perantau Sumsel Kirim 5 Ton Beras Bantu Pemulihan Sumbar


					Perantau Sumsel Kirim 5 Ton Beras Bantu Pemulihan Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana mendapat dukungan tambahan dari para perantau. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerima bantuan kemanusiaan berupa lima ton beras dari Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumatera Selatan di Istana Gubernur, Rabu (24/12/2025).

Bantuan ini menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah daerah yang kini mulai beralih dari fase darurat ke tahap pemulihan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BMKM Sumatera Selatan, Noprizon, kepada Mahyeldi Ansharullah selaku pimpinan daerah.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas para perantau Minang. Menurutnya, perhatian dari perantau di Sumatera Selatan merupakan bukti nyata bahwa ikatan persaudaraan warga Minang tetap kuat meski terpisah jarak, terutama saat kampung halaman dilanda musibah.

“Kepedulian dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama kita dalam menghadapi musibah. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar BMKM Sumsel,” ujarnya.

Fokus Pemulihan dan Kondisi Terkini Bencana
Saat ini, status tanggap darurat bencana tingkat provinsi secara resmi telah berakhir pada 22 Desember 2025. Sumatera Barat kini mulai memasuki fase transisi menuju pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat. Meski demikian, Mahyeldi menjelaskan bahwa belum semua daerah keluar dari masa darurat.

“Ada tiga wilayah yang masih memperpanjang masa tanggap darurat, yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Pasaman Barat. Saat ini pemerintah sedang fokus pada pembangunan hunian sementara (huntara) serta perbaikan infrastruktur dasar bagi masyarakat di sana,” jelasnya.

Bantuan beras ini diharapkan dapat segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan mendesak warga, sekaligus memberikan semangat bagi mereka untuk bangkit kembali.

Wujud Solidaritas Perantau Minang
Ketua BMKM Sumatera Selatan, Noprizon, menegaskan bahwa lima ton beras yang disalurkan hari ini hanyalah tahap awal. Ia memastikan bantuan susulan akan segera menyusul guna memaksimalkan bantuan bagi warga terdampak.

“Untuk tahap awal, kami membawa lima ton beras. Ada satu ton lagi yang belum terbawa karena kendala armada, namun akan segera kami kirimkan dalam waktu dekat,” ungkap Noprizon.

Ia menambahkan bahwa BMKM Sumsel akan terus menghimpun bantuan dari para perantau yang ingin berkontribusi. Pihaknya memercayakan penyaluran bantuan sepenuhnya kepada pemerintah daerah agar bantuan tersebut tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Langkah ini mempertegas peran penting komunitas perantau dalam mempercepat proses rehabilitasi daerah pascabencana melalui semangat gotong royong yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM