Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 7 Feb 2026 03:32 WIB ·

Natuna Gandeng Desa demi Data Kemiskinan yang Jujur


					Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Natuna, Mardi Handika Perbesar

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Natuna, Mardi Handika

Natuna, Kepulauan Riau [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna kini tak ingin lagi kecolongan soal penyaluran bantuan sosial. Melalui Dinas Sosial, Natuna resmi melibatkan perangkat desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil untuk memastikan data kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan ini benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi lapangan yang sebenarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Natuna, Mardi Handika, menjelaskan bahwa keterlibatan perangkat desa bukan sekadar membantu teknis administrasi. Mengingat keterbatasan SDM di Dinas Sosial, orang-orang di tingkat desa dianggap paling memahami dinamika ekonomi tetangga mereka sendiri.

“Keterlibatan desa dan kelurahan sangat krusial untuk memastikan akurasi data sosial ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Natuna,” ujar Mardi saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Membedah Desil: Dari Miskin Ekstrem hingga Sangat Mampu
DTSEN sendiri merupakan “nadi” dalam penentuan siapa yang berhak menerima uluran tangan pemerintah. Basis data ini memuat informasi demografi hingga tingkat kesejahteraan yang dibagi ke dalam sepuluh peringkat atau desil.

Peringkat satu ditujukan bagi warga dengan kondisi miskin ekstrem, sementara peringkat sepuluh menandakan kelompok masyarakat yang sangat mampu secara ekonomi. Tanpa data yang segar dari tingkat desa, risiko bantuan “salah alamat” akan terus membayangi program-pemerintah.

Sinkronisasi Data yang Belum Tuntas
Saat ini, DTSEN Kabupaten Natuna telah menyesuaikan jumlah penduduk dengan data terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun, Mardi mengakui masih ada celah yang harus ditambal.

“DTSEN sudah sesuai dengan data kependudukan, namun dalam proses pengintegrasian, masih ada sebagian warga yang belum terperingkatkan tingkat kesejahteraannya,” tambah Mardi.

Pemutakhiran berkala ini dilakukan agar seluruh masyarakat terdata secara adil. Ke depannya, data yang jujur dan akurat dari kolaborasi tingkat desa ini akan menjadi pondasi utama agar program bantuan sosial berkelanjutan tepat sasaran, tanpa ada warga yang merasa terabaikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Memikul Porprov XVI Sumbar: Suara Gotong Royong Warga di 12 Daerah

3 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Kawal Transisi Desa, Camat Pebayuran Kumpulkan Pj Kades

29 September 2026 - 11:51 WIB

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Trending di KABAR PEMDA