Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

KDMP · 7 Mar 2025 19:57 WIB ·

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Otot Baru Ekonomi Desa


					Koperasi Desa Merah Putih Jadi Otot Baru Ekonomi Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Presiden terpilih Prabowo Subianto resmi menyiapkan “senjata” baru untuk melawan kemiskinan dari akar rumput melalui peluncuran Koperasi Desa Merah Putih. Inisiatif ambisius ini dijadwalkan meluncur tepat pada Hari Koperasi Indonesia, 12 Juli 2025, dengan target besar menjadikan desa sebagai pusat produksi nasional, bukan sekadar penonton ekonomi kota.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa pemerintah tidak main-main dengan target ini. Sebanyak 70 ribu koperasi ditargetkan terbentuk di seluruh penjuru negeri pada tahun ini. Strateginya dilakukan lewat tiga jalur: pendirian unit baru, revitalisasi koperasi lama, serta pengembangan koperasi yang sudah berjalan, semuanya disesuaikan dengan denyut ekonomi spesifik tiap desa.

Bukan Sekadar Papan Nama, Tapi Mesin Bisnis Modern
Sudut pandang menarik muncul dari kesiapan infrastruktur pendukungnya. Pemerintah tidak ingin koperasi desa hanya menjadi “papan nama” administratif. Oleh karena itu, modal awal disiapkan secara keroyokan melalui Dana Desa, alokasi APBN/APBD, hingga kucuran kredit dari bank-bank Himbara.

Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya keterlibatan organik warga melalui musyawarah desa. Untuk menjamin keberlanjutan, pemerintah membentuk tim khusus dan menyediakan modul pelatihan kepengurusan modern. Tujuannya jelas: mencetak pengurus desa yang memiliki insting bisnis tajam agar koperasi efisien, efektif, dan tidak cepat gulung tikar.

Menjadi “Hub” Logistik Program Makan Bergizi Gratis
Langkah yang paling transformatif adalah peran strategis Koperasi Desa Merah Putih sebagai rantai pasok utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koperasi ini akan bertindak sebagai off-taker atau penyerap hasil tani, ternak, dan perikanan lokal untuk kemudian disalurkan ke program tersebut.

Tak berhenti di situ, koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat layanan warga satu pintu. Mulai dari penyediaan gerai sembako, apotek desa dengan obat murah, hingga penyediaan fasilitas cold storage dan sistem distribusi logistik. Dengan cara ini, perputaran uang tetap berada di desa, memperkuat fondasi ekonomi nasional dari level paling dasar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 265 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Truk Merah Putih: Napas Baru Distribusi Logistik Desa

26 Maret 2026 - 16:09 WIB

Ironi Koperasi Merah Putih: Ambisi Seribu Titik Terganjal Lahan

11 Maret 2026 - 15:44 WIB

Gerai Merah Putih: Markas Takjil Baru Warga Aceh Selatan

8 Maret 2026 - 17:05 WIB

Koperasi Merah Putih Jadi Senjata Baru Ekonomi Desa Bengkulu

21 Februari 2026 - 05:58 WIB

Ngraseh Cetak Sejarah: Koperasi Merah Putih Pertama di Bojonegoro

9 Februari 2026 - 01:17 WIB

Satu Hektare Kebaikan: Warga Sebatik Hibahkan Lahan Demi Koperasi Merah Putih

1 Februari 2026 - 17:39 WIB

Trending di KDMP