Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

OPINI · 2 Jun 2025 01:14 WIB ·

Jangan Biarkan Pancasila Hanya Jadi Hafalan, Hidupkan Sejak Dini!


					Jangan Biarkan Pancasila Hanya Jadi Hafalan, Hidupkan Sejak Dini! Perbesar

Oleh : Patriot Rieldo Perdana

Opini [DESA MERDEKA] Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen penting untuk merenungkan fondasi bangsa kita. Di era globalisasi dan derasnya arus informasi digital, menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini menjadi krusial agar generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa.

Masa kanak-kanak adalah periode emas pembentukan karakter. Penelitian Harvard University (2016) menegaskan bahwa pengalaman dan nilai yang diperoleh di usia dini membentuk perkembangan moral dan sosial hingga dewasa. Jika kita lalai menanamkan nilai Pancasila, ruang kosong itu berpotensi diisi nilai yang bertentangan dengan semangat kebangsaan.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 2023 mengungkap, 65% anak terpapar konten negatif digital yang mengandung kekerasan dan intoleransi. Jika tidak ada intervensi, generasi mendatang mungkin unggul secara teknologi namun kehilangan nilai gotong royong dan toleransi.

Pendidikan formal memang penting, tetapi keluarga dan masyarakat juga harus aktif menanamkan nilai-nilai Pancasila. Bung Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Ini mengajak kita menumbuhkan rasa cinta tanah air dan penghormatan pada perbedaan sejak dini.

Pemerintah wajib memastikan program pembelajaran Pancasila lebih dari sekadar hafalan, dengan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai langkah strategis. Implementasi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya di kota besar.

Mari jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa kepribadian Pancasila adalah benteng bangsa. Tanpa itu, Indonesia hanya nama di peta, bukan rumah bersama yang kita banggakan.

Saatnya orang tua, guru, dan stakeholder lainnya bersatu menjadikan Pancasila sebagai denyut nadi kehidupan, bukan sekadar materi pelajaran. Menumbuhkan kepribadian Pancasila sejak dini bukan tugas semata, tapi panggilan sejarah yang harus kita jawab dengan serius.

Karena Pancasila bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk dihidupi.

Penulis adalah Wakil Ketua DPD KNPI & Fungsionaris MPW Pemuda Pancasila Provinsi Bengkulu.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Indonesia di Zaman Sungsang: Ketika Moral dan Hukum Diperdagangkan

8 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Desawarnana Bukti Literasi Berpusat pada Desa Sejak Majapahit

6 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Survei SMRC dan Alarm bagi Pembangunan Desa: Kepercayaan Publik Ditentukan dari Desa

6 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Benarkah Dana Desa Tidak Dipotong? Fakta Penurunan Anggaran dan Dampaknya bagi Otonomi Desa

5 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Melawan Pornografi, Saatnya Desa Merebut Kembali Kedaulatan Budaya

2 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Diplomasi Visual Paramadina: Jalan Baru Menuju Kemandirian Desa

1 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Trending di OPINI