Jepara, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Aparat desa tidak lagi perlu “mengemis” atau berkejaran dengan waktu demi menagih Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Kesadaran perpajakan warga rural di Kabupaten Jepara kini bergeser ke arah yang jauh lebih kompetitif dan membanggakan.
Pemerintah Kabupaten Jepara mencatat lonjakan signifikan jumlah desa yang berhasil melakukan pelunasan PBB desa Jepara tepat waktu sepanjang tahun ini. Fenomena menarik ini mendapat panggung kehormatan di Pendapa R.A. Kartini. Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta, melalui Sekretaris Daerah Edy Sujatmiko, memberikan apresiasi tertinggi bagi para kepala desa dan camat yang berhasil mengedukasi warga hingga patuh pajak.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada desa, kecamatan, dan camat yang telah memenuhi kewajiban pajak. Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Jepara,” ujar Edy Sujatmiko dalam forum tersebut.
Sudut pandang menarik muncul dari strategi stimulus yang digunakan. Bukan sekadar piagam kertas, Pemkab Jepara memicu semangat kompetisi perangkat desa dengan memberikan insentif riil berupa lemari es dan televisi. Hadiah stimulan ini terbukti efektif mempercepat ritme kerja birokrasi di tingkat tapak.
Data Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara mengonfirmasi bahwa realisasi penerimaan dari sektor ini langsung terkerek naik. Kemandirian fiskal daerah pun semakin kokoh berkat kontribusi masyarakat perdesaan.
Kepala BPKAD Kabupaten Jepara, Florentina Budi Karuniawati mengungkapkan, khusus untuk sektor PBB P2, target tahun ini bahkan telah sukses tercapai hingga 87,83 persen.
Beberapa desa tercatat keluar sebagai juara berkat kecepatan dan besaran nominalnya. Desa Kerso, Demangan, dan Gidangelo menjadi yang terdepan dalam hal kecepatan pelunasan pajak. Sementara itu, Desa Tubanan, Banyuputih, dan Singorojo tercatat sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dari sektor PBB P2. Pola penghargaan seperti ini diharapkan mampu mendisiplinkan desa-desa lain pada musim pajak berikutnya.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.