Kefamenanu, Desamerdeka.id – Dugaan praktik pungutan berkedok sumbangan pembangunan sekretariat Ormas Beta Timor di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan publik setelah dokumen permintaan dana kepada camat, kepala sekolah, dan kepala desa viral di media sosial dan grup WhatsApp. Polemik ini menyita perhatian masyarakat karena organisasi tersebut diketahui didirikan oleh istri Bupati TTU, Falentinus Kebo.
Modus yang diduga dilakukan oknum ketua dan sekretaris panitia pembangunan sekretariat yakni dengan menyodorkan format pungutan kepada sejumlah instansi dan lembaga dengan nominal sumbangan yang telah ditentukan. Dalam dokumen yang beredar, nominal sumbangan untuk camat disebut sebesar Rp3 juta, kepala sekolah Rp2,5 juta, dan kepala desa Rp2 juta.
Salah satu kepala desa di Kecamatan Biboki Selatan yang enggan disebutkan namanya mengaku menerima proposal permintaan sumbangan dana pembangunan gedung sekretariat Ormas Beta Timor. Proposal tersebut juga memuat rincian lembaga maupun instansi yang telah memberikan sumbangan.
“Terdapat beberapa desa yang sudah memberikan sumbangan, seperti Desa Tumbaen, Desa Tokbesi, dan Desa Tautpah,” ungkap sumber tersebut sambil menunjukkan dokumen proposal yang diterima.
Viralnya proposal tersebut memicu reaksi masyarakat TTU dan wilayah Timor-NTT. Sejumlah warga menilai dugaan pungutan dengan nominal tertentu kepada aparatur pemerintah desa maupun sekolah dapat mencederai semangat sosial yang selama ini melekat pada Ormas Beta Timor.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Ketua Majelis Pengurus Pusat (MPP) Ormas Beta Timor, Hery Naif, belum memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut.
Sementara itu, Pendiri Beta Timor yang juga Bupati TTU, Falentinus Kebo, tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia hanya meminta agar pihak yang memberitakan mampu membuktikan kebenaran informasi yang disampaikan.
“Yang buat berita yang harus buktikan benar dan tidaknya,” ujar Falentinus Kebo singkat.
Peristiwa ini dinilai berdampak pada menurunnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap Ormas Beta Timor yang selama ini dikenal aktif membantu masyarakat di wilayah TTU maupun sejumlah daerah tetangga di Pulau Timor.
Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi secara terbuka agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah publik.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.