Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 5 Agu 2023 21:21 WIB ·

Pilkades Penajam: Saat ‘Banjir Peminat’ Justru Jadi Sinyal Bahaya


					Pilkades Penajam: Saat ‘Banjir Peminat’ Justru Jadi Sinyal Bahaya Perbesar

Penajam, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Memiliki banyak peminat dalam sebuah kontestasi politik biasanya dianggap sebagai indikator demokrasi yang sehat. Namun, di 14 desa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), fenomena banyaknya bakal calon kepala desa justru menjadi “alarm” kewaspadaan bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

DPMD PPU kini tengah melakukan pemetaan intensif terhadap 14 desa yang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 29 Oktober 2023. Titik konflik paling krusial justru diprediksi muncul bukan saat pemungutan suara, melainkan pada tahap seleksi administrasi dan tertulis.

Kepala DPMD Kabupaten PPU, Pang Irawan, mengungkapkan bahwa potensi gesekan meningkat tajam di desa-desa yang memiliki bakal calon lebih dari lima orang. Pasalnya, sesuai aturan, jumlah maksimal calon yang bertarung hanya lima orang.

“Jika pendaftar lebih dari lima, kita harus melakukan seleksi tertulis untuk menggugurkan peserta. Proses pengguguran sebelum pemungutan suara inilah yang berpotensi memicu konflik,” jelas Pang Irawan di Penajam.

Menyaring Ambisi di Tengah Aturan Ketat
Regulasi Pilkades mengharuskan adanya minimal dua calon dan maksimal lima calon. Jika hanya ada satu calon, Pilkades akan dibatalkan. Sebaliknya, ledakan jumlah pendaftar memaksa panitia bekerja ekstra cepat melalui tes tertulis yang hasilnya diumumkan hanya dalam waktu satu hari.

Sebagai langkah mitigasi, DPMD telah memberikan pembekalan khusus kepada panitia pilkades di tingkat desa. Fokus utamanya adalah membentengi objektivitas proses seleksi agar tidak ada celah kecurigaan bagi pihak-pihak yang tidak lolos seleksi awal.

Daftar Desa yang Menjadi Atensi
Sebanyak 14 desa yang akan mengikuti hajat politik ini tersebar di beberapa kecamatan, termasuk wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di antaranya:

  • Kecamatan Penajam: Desa Sidorejo dan Giripurwa.
  • Kecamatan Waru: Desa Bangun Mulya.
  • Kecamatan Babulu: Desa Labangka, Gunung Intan, Rintik, Gunung Mulia, dan Labangka Barat.
  • Kecamatan Sepaku: Desa Bumi Harapan, Argo Mulyo, Semoi Dua, Suko Mulyo, Karang Jinawi, dan Telemow.

Pang Irawan berharap, dengan pemetaan sejak dini, pesta demokrasi di tingkat akar rumput ini dapat berjalan tanpa intimidasi, meskipun persaingan menuju kursi kades diprediksi akan berlangsung sangat ketat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT