Sukabumi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Desa Ubrug kini bukan sekadar titik di peta Kecamatan Warungkiara, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat gravitasi sepak bola usia dini. Pada Minggu (8/2/2026), Festival Sepak Bola Usia Dini Desa Ubrug Cup I resmi dibuka, menjadi panggung bagi ratusan talenta muda usia 10 hingga 12 tahun untuk unjuk gigi di Lapang Sepak Bola Desa Ubrug, Kabupaten Sukabumi.
Turnamen ini bukan sekadar ajang lari mengejar bola. Kepemimpinan Kepala Desa Ubrug, Deri Sopian, berhasil menarik minat puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) tidak hanya dari wilayah Sukabumi, tetapi juga merambah hingga ke Bogor. Kehadiran tim lintas daerah ini menandakan bahwa turnamen level desa mampu memiliki daya tawar nasional di kancah sepak bola akar rumput.
Investasi Karakter Melalui Rumput Hijau
Deri Sopian menegaskan bahwa pemerintah desa kini mengambil peran strategis dalam pembinaan atlet. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan desa adalah membangun rasa percaya diri dan sportivitas anak-anak sejak dini.
“Kami ingin memberi ruang bagi anak-anak untuk berkembang. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal menumbuhkan mentalitas juara dan disiplin sejak usia muda,” ujar Deri di sela-sela pembukaan festival.
Tradisi Baru dan Hadiah Pembinaan
Panitia penyelenggara tidak main-main dalam mengemas kompetisi ini. Ketua Panitia, Faizal Dwi Prana, mengungkapkan bahwa Ubrug Cup I adalah fondasi untuk membangun tradisi kompetisi yang berkelanjutan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap keringat dan kerja keras para atlet cilik, panitia telah menyiapkan total uang pembinaan sebesar Rp8 juta.
Pertandingan tidak berhenti di sini. Guna menjaga momentum, panitia telah menjadwalkan kompetisi lanjutan untuk kategori usia 13 hingga 15 tahun pada 15 Februari 2026 mendatang.
Efek Domino Bagi Desa
Digelarnya turnamen lintas daerah ini secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi di sekitar lapangan. Kehadiran tim dari luar daerah seperti Bogor membawa penonton, orang tua, dan pelatih yang menghidupkan geliat UMKM lokal di Desa Ubrug. Dengan demikian, sepak bola di Desa Ubrug telah menjelma menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang multifungsi.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.