Jakarta [DESA MERDEKA] – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi mulai memetakan 741 desa potensial untuk dikembangkan dalam program desa ekspor yang dijadwalkan berjalan mulai tahun 2026. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mendorong digitalisasi dan standardisasi produk pedesaan agar mampu bersaing secara kompetitif di pasar global, sekaligus memperluas basis pelaku ekspor nasional hingga ke pelosok daerah.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk memastikan partisipasi masyarakat desa dalam perdagangan internasional semakin meningkat. Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan penilaian mendalam terhadap kesiapan pelaku usaha dan kualitas komoditas unggulan di ratusan desa tersebut.
“Kami mengoptimalkan program desa ekspor. Saat ini sudah teridentifikasi 741 desa yang akan kita bina,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Standardisasi Produk Menjadi Fokus Utama
Budi mengakui bahwa produk asli desa memiliki keragaman komoditas dan kualitas yang sebenarnya sangat kompetitif. Namun, tantangan utama yang sering dihadapi adalah masalah standardisasi produk, desain yang kurang menarik bagi pasar global, serta manajemen usaha yang belum rapi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kemendag menyiapkan dukungan komprehensif yang meliputi:
- Pelatihan khusus terkait pemenuhan standar internasional.
- Penguatan manajemen usaha dan tata kelola organisasi desa.
- Pendampingan desain kemasan dan penyesuaian tren pasar luar negeri.
“Banyak produk desa yang potensial, tetapi belum terstandardisasi. Melalui program ini, kita akan siapkan semua tahapannya agar produk mereka memenuhi persyaratan pasar internasional,” tambahnya.
Integrasi Program dan Akses Pasar Global
Proses pemetaan ini dilakukan dengan melibatkan kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Desa-desa yang nantinya dinyatakan lolos kurasi akan diintegrasikan dengan program lanjutan bertajuk “UMKM Bisa Ekspor”. Di sini, pelaku usaha desa akan diberikan panggung untuk mengikuti promosi dagang skala besar.
Guna memastikan produk desa tersebut mendapatkan pembeli (buyer) yang tepat, Kemendag akan mengoptimalkan 46 atase perdagangan serta Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara. Jejaring ini akan bertugas memfasilitasi promosi, menjajaki calon pembeli, serta membuka akses pasar yang selama ini sulit dijangkau secara mandiri oleh masyarakat desa.
Mendag menegaskan bahwa keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi ekspor nasional, tetapi juga menciptakan pemerataan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di daerah-daerah melalui nilai tambah produk lokal.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.