Mahasiswa UNNES Dorong UMKM Desa Go Digital dengan Pelatihan Branding dan Marketing
Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Upaya peningkatan kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diintensifkan, khususnya dalam ranah penjualan digital. Kontribusi nyata dan tulus datang dari kalangan akademisi, di mana dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) menginisiasi Pelatihan Branding dan Marketing Digital yang diselenggarakan di Balai Desa Kalongan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES GIAT 13, yang digagas oleh Fitrotul Awaliyah dan Putri Malasari, keduanya merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNNES. Dengan semangat pengabdian, mereka secara sukarela berbagi ilmu kepada para pelaku UMKM dan anggota PKK Desa Kalongan untuk memperkuat fondasi bisnis mereka di era digital.
Taktik Soft Selling dan Kunci Kehadiran di Media Sosial
Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi penting. Sesi pertama disampaikan oleh Fitrotul Awaliyah dengan fokus pada Digital Marketing. Materi yang disampaikan berorientasi pada pemahaman dasar pemasaran digital, pentingnya kehadiran bisnis secara online, serta strategi efektif dalam merancang konten promosi yang menarik.
Fitrotul mengajak para peserta untuk memahami cara optimalisasi platform media sosial populer, seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. Penggunaan media ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan konsumen tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Peserta juga diberikan kiat praktis mengenai taktik soft selling yang elegan dan menarik, tujuannya agar promosi produk tidak terkesan memaksa dan lebih mudah diterima oleh calon pembeli.
Logo Bukan Sekadar Gambar, Tapi Identitas Bisnis
Sesi kedua dilanjutkan oleh Putri Malasari dengan materi esensial mengenai Branding Logo. Putri menegaskan bahwa logo jauh lebih dari sekadar simbol; ia adalah identitas visual yang mampu merefleksikan nilai dan karakter unik sebuah usaha.
Dalam paparannya, Putri memandu peserta untuk memahami proses membangun brand identity yang kuat. Proses ini mencakup penentuan elemen kunci seperti pemilihan warna, bentuk, gaya penulisan (font), hingga pesan inti yang ingin dikomunikasikan kepada konsumen. Peserta diajak berdiskusi mendalam tentang pentingnya konsistensi dalam penggunaan logo dan desain kemasan. Konsistensi ini diyakini mampu menciptakan kesan profesionalisme yang berujung pada peningkatan kepercayaan pelanggan. Antusiasme peserta terlihat jelas ketika banyak pelaku UMKM bertanya mengenai cara membuat logo sederhana yang mudah diingat, bahkan ada yang langsung meminta masukan atas desain kemasan produk mereka saat itu juga. Kegiatan berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya menyerap materi, tetapi juga terlibat aktif dalam tanya jawab dan praktik singkat.
PJ Kepala Desa Kalongan, Wahyu Widayat, S.H, M.H., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa UNNES atas inisiatif dan kontribusi yang tulus dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa. Ia berharap program edukatif seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga UMKM Desa Kalongan semakin maju dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal demi kemajuan ekonomi lokal. Semangat pengabdian mahasiswa ini menjadi cerminan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang fokus pada pembangunan masyarakat.

Kabarkan kebaikan desa.


















Semoga menginspirasi anak muda dan desa lain