Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 20 Sep 2025 11:37 WIB ·

P3A Bekasi: Ki Jaga Kali Apresiasi Dukungan Syaiful Huda


					Oplus_132128 Perbesar

Oplus_132128

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Samanhudi, tokoh yang dikenal dengan sebutan Ki Jaga Kali, menyampaikan apresiasinya kepada Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda. Apresiasi ini diberikan atas peran Huda dalam mengawal aspirasi program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kabupaten Bekasi. Program yang berada di bawah binaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) ini telah menyentuh 53 titik lokasi, menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor pertanian lokal.

Dalam konteks politik, dukungan dari Syaiful Huda terhadap P3A menunjukkan langkah strategis dalam menyerap aspirasi konstituen, khususnya para petani. Sinergi antara wakil rakyat di tingkat pusat dan komunitas petani di daerah ini menjadi contoh bagaimana kebijakan dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Ki Jaga Kali menyoroti partisipasi aktif Syaiful Huda sebagai kunci keberhasilan program ini.

Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sendiri merupakan organisasi yang terdiri dari petani yang secara kolektif mengelola air untuk kebutuhan irigasi. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan air di sektor pertanian agar menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Menurut Ki Jaga Kali, P3A memiliki fungsi vital, di antaranya mengelola air irigasi secara efektif, meningkatkan kemampuan petani dalam manajemen air, mengembangkan sistem irigasi yang berkelanjutan, dan pada akhirnya, meningkatkan produksi pertanian.

Peran pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bekasi, juga sangat krusial. Pemerintah daerah terlibat dalam perumusan kebijakan, penyediaan bantuan teknis dan pembiayaan, serta penugasan tenaga pendamping petani. Ini memastikan bahwa program P3A dapat berjalan sinergis dengan agenda pembangunan di tingkat kabupaten.

Salah satu program utama P3A di bawah BBWSC adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program ini didesain untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi melalui partisipasi aktif masyarakat petani. Dengan bergabung dalam P3A, petani tidak hanya memperoleh efisiensi penggunaan air, tetapi juga akses ke berbagai sumber daya, yang pada gilirannya meningkatkan keberlanjutan pertanian dan keuntungan ekonomi.

Dukungan politik dari Syaiful Huda, ditambah dengan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan BBWSC, menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat sektor pertanian. Hal ini membuktikan bahwa sinergi politik dan kebijakan publik dapat menjadi instrumen efektif dalam mengatasi tantangan di sektor pertanian. Keberhasilan program P3A di Bekasi diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengimplementasikan strategi pengelolaan air yang berkelanjutan.

(Aris/misru)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM