Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 3 Jun 2023 15:52 WIB ·

Pesantren Pilar Pembangunan Desa: Gus Halim Dorong Perangkat Kuliah


					Pesantren Pilar Pembangunan Desa: Gus Halim Dorong Perangkat Kuliah Perbesar

Sampang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Pondok pesantren bukan lagi sekadar tempat mengaji di sudut kampung. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa pesantren kini resmi menjadi pilar pembangunan desa yang menggerakkan roda ekonomi, pendidikan, hingga budaya lokal.

Lebih dari sekadar lembaga agama, jaringan alumni pesantren yang menggurita di berbagai pelosok dinilai menjadi modal sosial raksasa untuk mempercepat kemajuan desa.

“Bangsa ini tidak akan pernah lepas dari alumni pondok pesantren. Kita butuh mereka sepanjang masa untuk membangun negara yang besar ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Halim saat berkunjung ke Sampang, Jawa Timur.


Keseimbangan Iman dan Sekolah Formal
Meski mengunggulkan pendidikan berbasis kitab, Gus Halim mengingatkan masyarakat agar tidak menutup mata pada pendidikan formal. Menurutnya, santri masa kini wajib memegang ijazah formal sebagai bekal bersaing di dunia luar. Target minimalnya adalah lulus SMA atau SMK, namun idealnya berlanjut hingga bangku kuliah.

Langkah konkret pun diambil oleh Kemendes PDTT. Untuk memastikan roda pemerintahan desa dijalankan oleh SDM yang matang, kementerian membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memberikan kesempatan langka bagi seluruh perangkat desa untuk menempuh pendidikan tinggi ke jenjang S1 hingga S2 dengan mengonversi pengalaman kerja mereka menjadi SKS kuliah.

RPL Desa: Program penyetaraan akademik yang mengubah pengalaman kerja kepala desa dan perangkat desa menjadi bobot SKS kuliah, mempercepat masa studi untuk meraih gelar sarjana atau magister.

Tiga Mantra Generasi Milenial Desa
Senada dengan visi pusat, Bupati Pamekasan Badrut Tamam ikut mengamini bahwa masa depan desa bertumpu pada ketahanan mental anak mudanya. Menghadapi disrupsi digital, ia merumuskan tiga fondasi utama yang harus dimiliki generasi milenial di pedesaan.

  • Iman: Kesiapan spiritual yang matang lewat jalur pesantren.
  • Ilmu Pengetahuan: Pendidikan formal tingkat lanjut yang relevan.
  • Adaptasi: Kemampuan berkolaborasi memecahkan masalah sesuai tantangan zaman.

Kolaborasi antara spiritualitas pesantren dan kapasitas intelektual formal inilah yang diyakini mampu melahirkan kepemimpinan desa yang bersih, modern, namun tetap mengakar pada kearifan lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Trending di PENDIDIKAN