Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi melepas rombongan Napak Tilas Gugurnya Bagindo Azis Chan tahun 2025 di halaman Kantor Wali Kota Padang, Jumat, 18 Juli 2025. Acara yang penuh makna ini bertujuan mengenang jasa dan perjuangan pahlawan nasional Bagindo Azis Chan dalam merebut kemerdekaan.
Turut hadir dalam pelepasan ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kota Padang, Ketua KNPI Kota Padang beserta anggota, perwakilan berbagai organisasi pemuda, serta staf Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang.
Kepala Dispora Kota Padang, Afriadi, selaku ketua panitia, melaporkan bahwa jumlah peserta napak tilas tahun ini mencapai 280 orang. Mereka berasal dari berbagai unsur organisasi pemuda dan pemuda-pemudi utusan dari 11 kecamatan di Kota Padang. Afriadi menjelaskan, kegiatan ini adalah wujud nyata untuk meneladani jejak langkah Bagindo Azis Chan, seorang pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa dan negara dalam melawan penjajah.

Pada kesempatan yang sama, Maigus Nasir dalam pidatonya menegaskan kembali semangat juang pahlawan. Ia menyoroti kegigihan Bagindo Azis Chan yang tak pernah menyerah demi bangsa, negara, dan khususnya Kota Padang. Maigus Nasir mengisahkan bagaimana Bagindo Azis Chan gugur di tengah kerusuhan yang diskenariokan Belanda di Nanggalo, tempat ia ditembak dan menghembuskan napas terakhirnya.
Wakil Wali Kota kemudian mengajak seluruh hadirin merenungkan kemewahan hidup yang dinikmati saat ini, sebuah hasil dari perjuangan para pahlawan. “Kita hanya diminta untuk menjaga dan memelihara kemerdekaan, serta perdamaian yang telah mereka rebut dari penjajah,” ujarnya.
Maigus Nasir juga menyoroti tantangan yang dihadapi Kota Padang saat ini, seperti tawuran, pembantaian, dan penyebaran narkoba. Atas nama Pemerintah Kota Padang, ia berpesan kepada generasi muda: “Hari ini kita tidak diminta untuk bertempur menghadapi penjajahan fisik, tidak diminta masuk hutan rimba belantara. Hari ini kita diminta menjaga diri, pikiran, dan fisik dengan baik agar bisa menikmati dan memanfaatkan perjuangan para pahlawan kita.”
Lebih lanjut, Maigus Nasir menyampaikan dua pesan utama. Pertama, merdekakan diri dari segala kebodohan untuk menghadapi generasi emas 2045. Kedua, ia mengingatkan tentang pentingnya perubahan dari diri sendiri, sesuai pepatah “tidak akan ada yang mengubah nasib suatu bangsa kecuali bangsa itu sendiri.”
Ia berharap, semangat perjuangan tokoh seperti Bagindo Azis Chan dapat mengalir dalam darah setiap individu, khususnya para pelajar dan generasi muda, sehingga mereka bisa menjadi generasi yang kuat dan tangguh di masa depan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.